Telur Omega-3 Makin Diminati
Jakarta, iNBrita.com – Masyarakat kini semakin memilih telur omega-3 untuk menjalani pola makan lebih sehat. Telur ini menyediakan protein berkualitas tinggi dan memberi asupan asam lemak omega-3 lebih banyak daripada telur biasa.
Banyak orang lalu mengira telur omega-3 pasti memiliki kolesterol lebih rendah. Namun, anggapan ini belum tentu benar.
Pakan Ayam Menentukan Kandungan
Peternak membedakan telur omega-3 dari telur biasa melalui pakan ayam. Mereka memberi ayam petelur pakan kaya omega-3, seperti biji rami (flaxseed), minyak ikan, dan bahan serupa.
Pakan tersebut meningkatkan kadar omega-3 dalam telur. Namun, pakan itu tidak otomatis menurunkan kolesterol secara signifikan.
Penelitian Menunjukkan Hasil Beragam
Peneliti dalam jurnal Revista Brasileira de Ciência Avícola (2022) mencatat bahwa telur omega-3 mengandung kolesterol sekitar 8,4% lebih rendah daripada telur biasa. Meski begitu, para peneliti menegaskan tujuan utama fortifikasi pakan untuk memperbaiki profil asam lemak, bukan untuk menurunkan kolesterol.
Perbedaan jenis pakan, jenis ayam, dan metode produksi membuat hasil setiap produk bisa berbeda.
Omega-3 Jadi Keunggulan Utama
Telur omega-3 menawarkan kandungan asam lemak omega-3 lebih tinggi. Nutrisi ini membantu menjaga kesehatan jantung, otak, dan mata.
Omega-3 mencakup beberapa jenis asam lemak, seperti ALA, DHA, dan EPA. Telur omega-3 umumnya menyediakan DHA lebih tinggi daripada telur biasa.
Alternatif Bagi yang Jarang Makan Ikan
Telur omega-3 tidak menyamai kandungan omega-3 pada ikan berlemak seperti salmon, sarden, atau makarel. Namun, telur ini tetap menjadi pilihan praktis bagi orang yang jarang makan ikan.
Telur omega-3 juga menyediakan protein, vitamin B12, vitamin D, selenium, dan kolin untuk mendukung fungsi otak serta sistem saraf.
Kesimpulan
Telur omega-3 tidak selalu memiliki kolesterol lebih rendah daripada telur biasa. Telur ini unggul karena kandungan omega-3 yang lebih tinggi.
Orang sehat dapat memasukkan telur omega-3 maupun telur biasa ke dalam pola makan seimbang. Setiap orang perlu mengatur pola makan secara menyeluruh dan menyesuaikan konsumsi telur dengan kebutuhan.









