Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden Direktur PTFI Tony Wenas

Foto: Presiden Direktur PTFI Tony Wenas

Jakarta, iNBrita.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat investasi sosial di bidang pendidikan melalui pengelolaan Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP). Perusahaan tidak hanya menyediakan pendidikan berkualitas, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi siswa untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kemampuan belajar mereka.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan perusahaan terus mengembangkan sektor pendidikan di Papua. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun generasi masa depan. Karena itu, PTFI menggabungkan pendidikan berkualitas dengan pemenuhan kebutuhan gizi siswa.

“Jadi kita review dan juga mengekstensifikasi dan mengintensifikasi sektor pendidikan karena pendidikan itu penting sekali. Contohlah misalnya Sekolah Asrama Taruna Papua, bukan nggak mungkin nanti kita akan bikin lagi sekolah asrama Taruna Papua. Itu kan dapat makanan bergizi gratis lima kali satu hari,” ujar Tony dalam program Mining Zone CNBC Indonesia di Tembagapura, Papua Tengah, dikutip Jumat (21/8/2026).

PTFI Siapkan Lima Kali Makan Setiap Hari

PTFI menyiapkan makanan untuk siswa SATP sebanyak lima kali setiap hari. Siswa menikmati sarapan, makan siang, dan makan malam. Selain itu, mereka juga mendapatkan kudapan sebanyak dua kali dalam sehari.

Baca Juga :  KPK Limpahkan Kasus Korupsi Google Cloud ke Kejagung

Perusahaan mengelola dapur secara langsung di lingkungan sekolah. Tim dapur memilih dan mengolah bahan makanan dengan standar kebersihan yang ketat. PTFI juga menerapkan quality control untuk menjaga mutu setiap makanan yang tersaji.

“Jadi pagi, siang, malam dan juga dua kali snack. Dapurnya di situ juga dan dengan quality control yang kita jaga,” kata Tony.

Dapur tersebut melayani kebutuhan makanan dalam jumlah besar. Selain menyiapkan makanan bagi siswa, tim dapur juga menyediakan konsumsi untuk para staf sekolah. Tony memperkirakan dapur itu mampu menyiapkan lebih dari 2.000 hingga sekitar 3.000 porsi makanan setiap hari.

PTFI Hadirkan Pengajar dari Amerika Serikat

PTFI juga mengembangkan kualitas pembelajaran di SATP melalui penerapan kurikulum Merdeka Plus. Perusahaan menghadirkan tenaga pengajar berpengalaman untuk membantu siswa mengembangkan berbagai kemampuan.

Selain itu, PTFI mendatangkan penutur asli bahasa Inggris dari Amerika Serikat. Para pengajar tersebut membantu siswa dari tujuh suku di Mimika meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Baca Juga :  Warga Heboh, Pria Coba Culik Seorang Bayi

“Sekolah boarding school pertama di Papua yang dengan kurikulum merdeka plus dan juga dengan native speaker dari luar negeri dari Amerika untuk mengajarkan bahasa Inggris dan lain sebagainya untuk program-program lain,” jelas Tony.

Program tersebut melengkapi pendidikan akademik yang siswa dapatkan di sekolah. Dengan dukungan fasilitas asrama, makanan bergizi, serta tenaga pengajar, PTFI menargetkan SATP dapat mencetak generasi muda Papua yang memiliki kompetensi untuk menghadapi masa depan.

Investasi Sosial PTFI Capai US$100 Juta

PTFI memasukkan program pendidikan dan pemenuhan gizi siswa sebagai bagian dari investasi sosial perusahaan. Tony menyebut PTFI mengalokasikan sekitar US$100 juta atau sekitar Rp2 triliun setiap tahun untuk investasi sosial.

Perusahaan menargetkan investasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. PTFI ingin mendorong masyarakat berkembang seiring dengan pertumbuhan industri pertambangan nasional.

“Karena kami yakin, saya yakin tidak mungkin ada perusahaan yang bisa bertahan di tengah lingkungan dan masyarakat yang gagal. Jadi harus tumbuh bersama-sama dengan masyarakat,” tandas Tony.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya
Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Ini Aturan Terbarunya
Jalan NTT Pulih, Listrik Kembali Normal Pascagempa
Kemensos Kirim 48 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT
Prabowo Kecam Korupsi MBG, Tegaskan Anak Wajib Bergizi
Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Indonesia
Perpres Ojol Segera Terbit, Pengemudi Jadi Usaha Mikro
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Ini Aturan Terbarunya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Jalan NTT Pulih, Listrik Kembali Normal Pascagempa

Berita Terbaru

Foto: Presiden Direktur PTFI Tony Wenas

Nasional

Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua

Jumat, 21 Agu 2026 - 22:00 WIB

Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan di Jakarta.(Foto: Ilyas Fadilah/detikcom)

Nasional

Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:00 WIB

Investor asing kembali membeli saham BBRI saat IHSG menguat 0,52% pada sesi I perdagangan Jumat (21/8/2026).(Foto: Ari Saputra/detikFoto)

Ekonomi

Asing Borong Saham BBRI, IHSG Naik 0,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 20:00 WIB

Sepatu anak Honda Civic Type R hasil kolaborasi Honda dan Achilles hadir dengan desain sporty khas Type R serta pilihan warna menarik.(Foto: Doc. Achilles)

Teknologi

Honda Civic Type R Hadir dalam Sepatu Anak Jepang

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:00 WIB

Petugas memadamkan api karhutla (Foto: Dok. Kementerian Kehutanan)

Nasional

Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:00 WIB