Jakarta, iNBrita.com — Masyarakat dapat mengecek status penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) Agustus 2026 melalui telepon seluler (HP).
Masyarakat cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka dapat mengecek data melalui aplikasi Cek Bansos atau laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Kemensos menyalurkan BPNT tahap ketiga secara bertahap untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap penerima memperoleh bantuan Rp200.000 per bulan sehingga total bantuan untuk tiga bulan mencapai Rp600.000.
Cek Status BPNT dengan NIK
Kemensos menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu sumber data untuk menentukan penerima bantuan sosial.
Kemensos juga menggunakan pengelompokan desil kesejahteraan dalam menentukan sasaran bantuan. Keluarga yang masuk desil 1 hingga 4 atau kelompok 40 persen dengan tingkat kesejahteraan terbawah dapat menerima usulan bantuan, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.
Masyarakat dapat mengecek status penerima secara mandiri menggunakan HP.
Cara Cek Lewat Aplikasi Cek Bansos
Masyarakat dapat mengunduh aplikasi Cek Bansos melalui toko aplikasi resmi pada perangkat masing-masing.
Berikut langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos.
- Buka aplikasi setelah proses instalasi selesai.
- Pilih menu pengecekan bantuan sosial.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Tekan tombol pencarian.
- Tunggu sistem menampilkan hasil pengecekan.
Sistem dapat menampilkan status penerima, jenis bantuan, periode bantuan, serta informasi penyaluran jika data tersebut sudah tersedia.
Cara Cek Melalui Situs Kemensos
Masyarakat juga dapat mengecek BPNT melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos.
Langkahnya sebagai berikut:
- Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Masukkan kode verifikasi yang tersedia.
- Tekan tombol pencarian.
- Periksa hasil yang muncul.
Sistem Cek Bansos menggunakan data yang bersumber dari DTSEN. Karena itu, hasil pencarian dapat berubah ketika pemerintah memperbarui data penerima.
Kenapa NIK Belum Muncul?
Beberapa faktor dapat menyebabkan NIK belum menampilkan status penerima BPNT. Masyarakat mungkin salah memasukkan NIK, belum tercatat sebagai penerima, atau sistem belum menyelesaikan proses sinkronisasi data.
Proses verifikasi dan validasi juga dapat memengaruhi hasil pencarian. Perubahan kondisi sosial ekonomi penerima turut dapat mengubah status bantuan.
Jika masyarakat menemukan data yang tidak sesuai, mereka dapat mengajukan pembaruan melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos sesuai mekanisme yang berlaku.
Kemensos melakukan pemutakhiran data secara berkala. Desil kesejahteraan juga dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi terbaru.
Pencairan BPNT Berlangsung Bertahap
Kemensos menyalurkan BPNT tahap ketiga secara bertahap sehingga setiap wilayah dapat menerima bantuan pada waktu berbeda.
Proses administrasi, validasi data, kesiapan penyalur, dan mekanisme distribusi dapat memengaruhi waktu pencairan. Karena itu, masyarakat yang belum menerima bantuan sebaiknya mengecek statusnya terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan.
Masyarakat juga perlu menggunakan kanal resmi Kemensos untuk mendapatkan informasi terbaru.
Selain itu, masyarakat harus menjaga keamanan data pribadi. Jangan memberikan NIK, PIN, kode OTP, nomor rekening, atau informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.
Dengan mengecek melalui kanal resmi, masyarakat dapat mengetahui status BPNT berdasarkan data terbaru yang tercatat dalam sistem pemerintah.
(eny)









