SUNGAI PENUH, iNBrita.com – Di tengah pusat Kota Sungai Penuh, mengalir sumber kehidupan yang menakjubkan. Sumur Pulai di RT 06 Jalan Yos Sudarso, tepat di samping Masjid Al Akbar Desa Gedang, menjadi kebanggaan warga karena airnya yang selalu bening, segar, dan tak pernah kering, bahkan saat kemarau melanda.
Sumur berukuran 10×10 meter ini sudah lama menopang kebutuhan air bersih masyarakat. Setiap hari, warga datang menimba air dengan mudah karena airnya selalu kembali penuh. Selain itu, air Sumur Pulai tidak berbau dan tetap jernih meskipun diambil berkali-kali. Fenomena ini menunjukkan betapa luar biasanya kekuatan alam yang menjaga keseimbangannya.
Kepala Desa Gedang, Efdal Taufik, menegaskan bahwa Sumur Pulai tidak hanya berfungsi sebagai sumber air, tetapi juga menyimpan nilai spiritual dan sejarah. Ia menjelaskan, banyak warga percaya bahwa siapa pun yang pernah meminum air Sumur Pulai akan selalu memiliki ikatan batin dengan Sungai Penuh. “Orang yang pernah meminum airnya, sejauh apa pun merantau, suatu hari akan kembali ke kota ini,” ujarnya penuh keyakinan.
Selain memiliki makna spiritual, Sumur Pulai juga membentuk identitas kota. Nama Sungai Penuh diyakini lahir dari sifat air sumur yang selalu penuh dan tak pernah kering. Hal ini memperlihatkan bahwa alam telah menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat.
Efdal Taufik menambahkan, pemerintah desa berkomitmen mengembangkan fasilitas pengelolaan air bersih dari Sumur Pulai. Dengan begitu, manfaat sumber air ini dapat dirasakan lebih luas. Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya menjaga kelestarian alam agar tetap memberikan kehidupan bagi generasi mendatang.
“Sumur Pulai bukan hanya sumber air, tetapi juga sumber kesejukan dan kebanggaan bagi warga Sungai Penuh,” tutup Efdal Taufik.
(ES,)











