Amran Sulaiman Minta Harga Pestisida Tidak Naik Tinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu (5/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu (5/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, iNBrita.com — Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengingatkan produsen dan pedagang pestisida agar tidak menaikkan harga secara berlebihan di tengah tekanan geopolitik global. Ia menilai rencana kenaikan harga hingga 20%–30% terlalu tinggi, meskipun biaya produksi meningkat akibat mahalnya bahan baku impor dan pelemahan rupiah.

Amran meminta pelaku industri tetap mengambil keuntungan secara wajar dan tidak membebani petani. Ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap kondisi petani dalam situasi saat ini.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan pestisida dalam pertanian relatif kecil dibandingkan komponen lain, terutama pupuk yang jauh lebih memengaruhi biaya produksi. Karena itu, ia menilai kenaikan harga pestisida seharusnya tetap terbatas.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan untuk petani, seperti bantuan alat dan mesin pertanian, pompanisasi, serta pembangunan dan perbaikan irigasi. Amran optimistis dukungan tersebut mampu menjaga produktivitas petani.

Ia menyarankan pelaku usaha membatasi kenaikan harga di kisaran 5%–10% agar tetap memperoleh keuntungan tanpa memberatkan petani.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan pestisida jika diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Sementara itu, Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI) menyampaikan rencana kenaikan harga karena lonjakan biaya bahan aktif impor dari China yang mengikuti harga minyak dunia. Kenaikan juga terjadi pada bahan pelarut berbasis minyak dan kemasan plastik.

Ketua Umum APROPI, Yanurius Nunuhitu, menyebut kondisi geopolitik global dan pelemahan rupiah telah meningkatkan tekanan biaya produksi. Ia mengungkapkan harga pelarut bahkan telah naik lebih dari 60%.

Para pelaku industri menilai kenaikan harga ini berpotensi meningkatkan biaya produksi petani sekaligus memicu peredaran pestisida palsu. Karena itu, mereka meminta pemerintah memperketat pengawasan mutu dan menyiapkan langkah mitigasi untuk melindungi petani.

(tim)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Berita Terbaru

Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion. (NASA/Handout via REUTERS)

Teknologi

Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 00:00 WIB

Saham SpaceX mengalami penurunan 9 persen meski analis Wall Street menaikkan target harga saham.(Foto : CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk/Dok. Angela Weiss/AFP)

Ekonomi

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.080 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.080, Dolar AS Makin Perkasa

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:00 WIB

 Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Ekonomi

Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Pertalite hingga Akhir 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:00 WIB

Hardizal menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Hardizal Dukung Santri Unggul untuk Indonesia Emas 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:00 WIB