Jakarta , iNBrita.com– Tim SAR gabungan segera mengerahkan personelnya untuk menangani dampak erupsi Gunung Semeru. Letusan ini menyebabkan tiga warga menderita luka bakar serius akibat awan panas dan material vulkanik.
Selain Tiga warga mengalami luka bakar dan tim SAR telah mengevakuasi mereka untuk mendapatkan perawatan medis. Pasangan suami istri, Normawati (42) dan Hariyono (49), menderita luka bakar tingkat II (Grade 2) setelah mereka melintasi Jembatan Curah Kobokan. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Haryoto Lumajang.
Sementara itu, Dimas (50) mengalami luka bakar tingkat I (Grade 1). Tim SAR mengevakuasinya pada Kamis dini hari dan kini merawatnya di Puskesmas Pasirian.
Operasi SAR Selamatkan Ratusan Pendaki
Selain menolong korban luka, Tim SAR gabungan memfokuskan upayanya pada keselamatan ratusan pendaki.
Satu tim rescue dari Pos SAR Jember mengirimkan dukungan personel dan peralatan ke Lumajang. Tim ini kemudian berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Pos Pendakian Ranupani.
Koordinasi tersebut menyoroti keberadaan 187 orang yang saat ini masih berada di sekitar area perkemahan Ranu Kumbolo. Data TNBTS mencatat mereka terdiri dari pendaki, petugas, porter, relawan, dan tim dari Kementerian Pariwisata.
Tim SAR gabungan melanjutkan upaya penanganan bencana. Mereka berkoordinasi dengan instansi terkait dan memastikan keselamatan semua warga serta pendaki yang terdampak (ES*).














