Begadang, Gula Darah, dan Dampak Kesehatan Tubuh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Begadang sering ditemani minuman manis, kebiasaan yang bisa memengaruhi gula darah dan kesehatan tubuh

Begadang sering ditemani minuman manis, kebiasaan yang bisa memengaruhi gula darah dan kesehatan tubuh

Jakarta, iNBrita.com — Banyak anak muda menjadikan begadang sebagai bagian dari gaya hidup. Mereka begadang untuk menyelesaikan tugas, lembur bekerja, atau sekadar scroll media sosial. Agar tetap terjaga, mereka sering mengandalkan minuman manis, mulai dari kopi susu, matcha, hingga minuman kemasan.

Meski usia masih muda, kebiasaan kurang tidur dan mengonsumsi gula berlebih tidak bisa dianggap sepele. Kebiasaan ini membebani tubuh dalam mengatur gula darah dalam jangka panjang.

Efek Kurang Tidur pada Gula Darah

Kurang tidur membuat tubuh lelah dan mengganggu cara tubuh mengatur gula darah. Penelitian yang diterbitkan dalam Diabetes Care dan The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa tidur terlalu singkat menurunkan sensitivitas insulin, yaitu kemampuan sel tubuh menyerap gula dari darah.

Selain itu, tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres seperti kortisol saat kurang tidur. Kortisol menjaga tubuh tetap waspada, tetapi juga memperlambat penggunaan gula dari makanan oleh sel. Akibatnya, gula tetap berada di aliran darah lebih lama dan kadar gula darah naik meski pola makan tidak berubah.

Kurang tidur juga mengubah keseimbangan hormon pengatur lapar dan kenyang. Studi dalam PLoS Medicine menemukan bahwa tidur yang tidak cukup meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar, sekaligus menurunkan hormon leptin yang memberi sinyal kenyang.

Perubahan hormon ini mendorong tubuh mencari energi cepat, termasuk dari minuman manis. Jika anak muda begadang, kurang tidur, dan mengonsumsi gula berlebih berulang kali, tubuh harus bekerja lebih keras mengatur gula darah, terutama dalam jangka panjang.

Risiko Lebih Tinggi Saat Malam Hari

Ketika anak muda mengonsumsi makanan atau minuman manis, tubuh menyerap gula ke darah dan memicu pelepasan insulin. Insulin membantu memindahkan gula ke dalam sel untuk dijadikan energi. Pada siang hari, tubuh bekerja lebih efisien karena metabolisme aktif. Namun, pada malam hari, ritme biologis tubuh melambat, termasuk kemampuan sel merespons insulin.

Begadang membuat tubuh berada dalam mode “terjaga paksa” dan meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol. Hormon ini menjaga kewaspadaan, tetapi menghambat kerja insulin. Akibatnya, tubuh lebih lambat memindahkan gula dari makanan atau minuman ke sel, sehingga gula lebih lama beredar dalam darah dan lonjakan gula lebih mudah terjadi.

Tubuh pun memprioritaskan energi cepat untuk tetap terjaga, bukan untuk menjaga keseimbangan metabolik. Jika anak muda terus mengonsumsi gula saat begadang, tubuh bekerja dalam kondisi tidak ideal. Lama-kelamaan, tubuh menjadi resistensi insulin. Resistensi insulin membuat sel tubuh sulit merespons insulin, dan hal ini membuka jalan menuju prediabetes hingga diabetes tipe 2.

Tips Aman Saat Terpaksa Begadang

Begadang tidak selalu bisa dihindari, tetapi anak muda bisa mengurangi dampaknya pada gula darah. Pertama, pilih minuman dengan bijak. Jika perlu minuman untuk tetap terjaga, pilih versi tanpa gula atau rendah gula. Hindari menambahkan sirup atau krimer berlebihan. Anak muda bisa mengganti dengan minuman hangat tanpa pemanis atau dengan pemanis rendah kalori sebagai alternatif yang lebih aman.

Perhatikan juga waktu dan porsi minuman manis. Jangan mengonsumsinya berulang sepanjang malam, karena tubuh yang kurang istirahat memproses gula lebih lambat.

Selain itu, pilih makanan yang membantu mengontrol respons gula darah. Dengan komposisi nutrisi yang tepat, begadang tidak selalu membuat gula darah melonjak. Kuncinya bukan berhenti total, tetapi lebih sadar akan apa yang dikonsumsi, seberapa sering, dan kondisi tubuh saat itu.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Berita Terbaru

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Harga Motorola Edge 70 Plus dan Spesifikasi Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 22:00 WIB

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

Harga Mobil BYD Setelah Produksi Lokal, Apakah Turun?

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Travel

Hengdian Tawarkan Wisata Bikin Drama Pendek Sendiri

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB