Dari ISS, Virus Ini Mengejutkan Ilmuwan Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Reuters

Foto: Reuters

iNBrita.com — Virus Antibakteri dari ISS Kembali ke Bumi . Para peneliti membawa virus pemangsa bakteri yang mereka kembangkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali ke Bumi untuk melawan bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Melalui eksperimen ini, para ilmuwan membuka peluang baru dalam pengembangan terapi infeksi alternatif.

Mikrogravitasi Mempercepat Evolusi

Menurut laporan Science Alert, para peneliti memanfaatkan perbedaan utama antara Bumi dan luar angkasa, yaitu gravitasi. Lingkungan mikrogravitasi mendorong mutasi genetik serta perubahan struktur fisik bakteri dan virus. Kondisi ini membuat proses evolusi berjalan lebih cepat dan berbeda dibandingkan di Bumi.

Perubahan tersebut berperan penting dalam riset obat antiinfeksi. Bakteri dan bacteriophage (phage) terus terlibat dalam perlombaan evolusi. Saat bakteri memperkuat pertahanannya, phage menyesuaikan diri untuk tetap mampu menembus perlindungan tersebut.

Eksperimen E. coli dan Phage T7

Srivatsan Raman bersama tim dari University of Wisconsin–Madison melaporkan hasil penelitian ini dalam jurnal PLOS Biology. Mereka menginfeksi bakteri E. coli dengan phage T7, lalu menginkubasi sampel tersebut di dua lokasi, yakni ISS dan permukaan Bumi.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Tipis Jelang Keputusan The Fed Global

Hasil analisis menunjukkan bahwa infeksi phage di luar angkasa berlangsung lebih lambat. Kondisi tanpa gravitasi menghambat pencampuran cairan, sehingga bakteri dan virus lebih jarang bertemu. Situasi ini memaksa phage berevolusi agar dapat menemukan dan mengikat bakteri dengan lebih efisien.

Perbedaan Lingkungan Bumi dan Luar Angkasa

Di Bumi, gravitasi terus mengaduk cairan secara alami. Cairan hangat bergerak naik, cairan dingin turun, dan partikel berat berkumpul di bagian bawah. Sebaliknya, di luar angkasa, semua zat melayang bebas tanpa pola pergerakan alami, sehingga peluang pertemuan antara bakteri dan phage menurun.

Hasil Lebih Efektif Virus  Melawan Bakteri Kebal

Setelah tim peneliti membawa sampel kembali ke Bumi, mereka menemukan perubahan signifikan. Phage yang berkembang di luar angkasa mampu mengikat dan menginfeksi bakteri dengan lebih cepat. Pada saat yang sama, bakteri E. coli mengubah reseptornya untuk mengurangi keberhasilan serangan virus.

Baca Juga :  Diskon Makanan Jamtos Bikin Pengunjung Antre Panjang

Para ilmuwan kemudian menguji phage tersebut terhadap strain E. coli yang telah resisten terhadap antibiotik. Uji ini menunjukkan peningkatan aktivitas virus secara signifikan dibandingkan phage biasa.

Harapan dan Tantangan ke Depan

“Hasil ini menunjukkan bahwa luar angkasa dapat membantu kami meningkatkan efektivitas terapi berbasis phage,” ujar Charlie Mo dari University of Wisconsin–Madison. Meski demikian, ia menekankan bahwa biaya pengiriman eksperimen ke luar angkasa masih menjadi tantangan besar.

Temuan ini menunjukkan bahwa riset biomedis di luar angkasa tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga berpotensi memberikan solusi nyata bagi masalah kesehatan global.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:00 WIB

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Berita Terbaru

Foto: Dok. Kemensos

Nasional

Kemensos Kirim 48 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB

Ilustrasi layanan BPJS Kesehatan dan penguatan fasilitas rumah sakit di Indonesia.

Kesehatan

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB

Wali Kota Alfin menyerahkan bansos kepada panti asuhan.

SUNGAI PENUH

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bansos

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPRD Sungai Penuh Hutri Randa memimpin Rapat Paripurna HUT RI ke-81.

SUNGAI PENUH

DPRD Sungai Penuh Simak Pidato Presiden Jelang HUT RI 81

Sabtu, 15 Agu 2026 - 15:00 WIB

Gerai KDMP Desa Wonokerto yang kini berkembang menjadi ritel modern.(Foto : Kompas.com/MOH.ANAS)

Ekonomi

Modal Rp2 Juta, KDMP Raup Omzet Rp260 Juta

Jumat, 14 Agu 2026 - 20:00 WIB