Dolar AS Melemah ke Rp17.631, Rupiah Menguat Pagi Ini
Jakarta, iNBrita.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini, Jumat (4/9/2026). Mata uang Paman Sam tersebut membuka perdagangan di kisaran Rp17.600-an per dolar AS.
Mengacu pada data Bloomberg, dolar AS turun 0,27% ke level Rp17.631 pada pagi ini. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (3/9), dolar AS mengakhiri perdagangan di level Rp17.679.
Pergerakan tersebut menunjukkan penguatan rupiah pada awal perdagangan hari ini. Pasar masih mencermati arah pergerakan dolar AS sekaligus perkembangan nilai tukar sejumlah mata uang utama dunia.
Dolar AS Masih Menguat Sepanjang 2026
Meski melemah pada perdagangan pagi ini, dolar AS masih mencatatkan penguatan terhadap rupiah sepanjang tahun 2026.
Data perdagangan menunjukkan dolar AS telah menguat sebesar 5,70% sejak awal tahun. Kondisi tersebut membuat rupiah masih menghadapi tekanan meski mampu menguat pada perdagangan hari ini.
Pelaku pasar memperkirakan dolar AS akan bergerak dalam rentang Rp17.623 hingga Rp17.636 sepanjang perdagangan Jumat.
Pergerakan tersebut tetap berpotensi berubah mengikuti sentimen pasar dan perkembangan nilai tukar global.
Dolar AS Menguat terhadap Sejumlah Mata Uang
Di pasar global, dolar AS juga mencatatkan penguatan terhadap sejumlah mata uang utama. Terhadap euro (EUR), dolar AS naik tipis sebesar 0,03%.
Dolar AS juga menguat terhadap pound sterling (GBP) sebesar 0,07%. Sementara itu, terhadap dolar Australia (AUD), mata uang AS naik 0,11%.
Dolar AS turut menguat terhadap franc Swiss (CHF), meski hanya sebesar 0,01%.
Namun, dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang lainnya. Terhadap yen Jepang (JPY), dolar AS turun 0,08%.
Mata uang Paman Sam juga melemah terhadap dolar Kanada (CAD) sebesar 0,04%.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar valuta asing masih bergerak dinamis. Investor terus mencermati berbagai sentimen global yang dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS maupun mata uang lainnya.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar akan melihat perkembangan perdagangan selanjutnya untuk menentukan arah rupiah terhadap dolar AS hingga penutupan pasar hari ini.
(VVR*)









