Harga Emas Dunia Naik, Peluang Investasi Makin Menarik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia kembali menguat dan bertahan dekat level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir.( Foto : Ilustrasi by AI)

Harga emas dunia kembali menguat dan bertahan dekat level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir.( Foto : Ilustrasi by AI)

Harga Emas Dunia Menguat, Investor Dihantui FOMO

Jakarta, iNBrita.comHarga emas dunia kembali menguat tipis pada perdagangan Senin. Penguatan ini membuat harga emas bertahan di dekat level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir.

Kuatnya minat beli masih menopang pergerakan emas. Selain itu, investor mulai khawatir kehilangan peluang ketika harga emas kembali naik atau mengalami fear of missing out (FOMO).

Mengutip CNBC, Selasa (11/8/2026), harga emas spot naik 0,4% menjadi US$4.356,79 per ounce. Pada perdagangan Jumat sebelumnya, harga emas sempat menyentuh US$4.371,63 per ounce.

Level tersebut menjadi harga tertinggi sejak 17 Juni 2026. Kenaikan itu terjadi setelah data ketenagakerjaan nonpertanian (nonfarm payrolls) Amerika Serikat menunjukkan penurunan yang tidak terduga.

Harga emas berjangka Amerika Serikat juga menguat 0,4% menjadi US$4.416,00 per ounce.

Momentum Kenaikan Emas Masih Kuat

Analis melihat tren teknikal emas masih menunjukkan arah positif. Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, menilai momentum kenaikan harga masih cukup kuat.

“Momentum teknikal saat ini cukup kuat untuk emas secara keseluruhan,” kata Haberkorn.

Menurut Haberkorn, investor masih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka kini mencermati pembelian emas oleh China serta menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat.

Pasar akan menerima data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat pada pekan ini.

“Perdagangan masih cenderung berhati-hati, dengan adanya pembelian dari China, serta laporan CPI dan PPI Juli pekan ini,” ujarnya.

Investor juga mengantisipasi kemungkinan harga emas kembali menembus US$4.500 per ounce. Kondisi tersebut mendorong sebagian pelaku pasar untuk membeli emas lebih awal agar tidak kehilangan peluang kenaikan harga.

Baca Juga :  Budidaya Kadal Rizky Jadi Peluang Usaha Menjanjikan

China Tambah Cadangan Emas

Pembelian emas oleh China menjadi salah satu faktor yang menjaga harga emas tetap kuat dalam beberapa hari terakhir.

Bank sentral China meningkatkan cadangan emas pada Juli 2026. Data resmi yang dirilis pekan lalu menunjukkan penambahan tersebut menjadi yang terbesar sejak Oktober 2023.

China menggunakan pembelian emas sebagai salah satu cara untuk memperkuat cadangan asetnya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa permintaan emas dari sektor resmi masih kuat. Kondisi ini memberikan dukungan tambahan terhadap harga logam mulia di pasar global.

Investor Menunggu Data Inflasi AS

Selain aktivitas pembelian China, investor kini menunggu data inflasi Amerika Serikat. Pemerintah AS akan merilis data CPI pada Rabu, sedangkan data PPI akan menyusul pada Kamis.

Ekonom yang disurvei memperkirakan inflasi konsumen Amerika Serikat pada Juli mencapai 3,4% secara tahunan. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan 3,5% pada Juni 2026.

Market Analyst American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menilai data CPI akan menentukan arah emas selanjutnya.

“Data CPI akan menjadi sangat penting,” kata Wyckoff.

Menurut dia, pasar melihat tanda-tanda tekanan inflasi mulai mereda. Jika data CPI tidak menunjukkan lonjakan inflasi yang terlalu tinggi, harga emas berpeluang bergerak stabil hingga menguat dalam jangka pendek.

Ekspektasi penurunan tekanan inflasi juga membuat investor kembali memperhatikan kebijakan moneter Federal Reserve.

Baca Juga :  Monadi Dianugerahi Gelar Adat di Pendung Air Hangat

Pasar Pantau Kebijakan The Fed

Pelaku pasar juga menghitung peluang perubahan kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga pada September 2026. Sementara itu, peluang kenaikan pada Desember 2026 mencapai 81%.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan tekanan terhadap harga emas. Pasalnya, emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.

Karena itu, investor akan mencermati setiap pernyataan dan data ekonomi yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed.

Geopolitik Timur Tengah Jadi Perhatian

Selain inflasi dan suku bunga, investor juga memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Iran menyatakan hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman mengenai penetapan jalur pelayaran baru di Selat Hormuz.

Namun, Iran menyebut Amerika Serikat masih harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum jalur pelayaran strategis tersebut dapat kembali terbuka sepenuhnya.

Perkembangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap aset safe haven, termasuk emas.

Harga Perak dan Platinum Bergerak Beragam

Pergerakan logam mulia lainnya berlangsung beragam.

Harga perak spot melonjak 2,3% menjadi US$65,03 per ounce. Sementara itu, harga platinum turun 0,1% menjadi US$1.743,05 per ounce.

Harga palladium justru menguat 0,2% menjadi US$1.380,68 per ounce.

Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih memberikan perhatian besar terhadap pasar logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter global.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekspor Kopi dan Teh Indonesia Makin Diminati Global
Rupiah Menguat ke 17810, Didukung Cadangan Devisa
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Rp 2,69 Juta
Lowongan Bank Indonesia PCPM 41 Dibuka Besok Resmi
Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Ketegangan Selat Hormuz
Harga Emas Pegadaian Naik, Antam UBS Galeri24 Kompak
Harga Emas Antam Hari Ini Naik di Pegadaian
Harga Emas Naik Dipicu Minyak Turun Tajam
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Dunia Naik, Peluang Investasi Makin Menarik

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Ekspor Kopi dan Teh Indonesia Makin Diminati Global

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Rupiah Menguat ke 17810, Didukung Cadangan Devisa

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Rp 2,69 Juta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Lowongan Bank Indonesia PCPM 41 Dibuka Besok Resmi

Berita Terbaru

Pengemudi ojek online berpeluang mendapat status usaha mikro melalui Perpres Ekosistem Transportasi Digital.(Foto : Liputan6.com/Christian)

Nasional

Perpres Ojol Segera Terbit, Pengemudi Jadi Usaha Mikro

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:00 WIB

Harga emas dunia kembali menguat dan bertahan dekat level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir.( Foto : Ilustrasi by AI)

Ekonomi

Harga Emas Dunia Naik, Peluang Investasi Makin Menarik

Selasa, 11 Agu 2026 - 09:00 WIB

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan dukungan pemerintah untuk pembayaran gaji PPPK dan belanja pegawai daerah.(Fopto : Dok. Humas Kemendagri)

Nasional

Gaji PPPK Terjamin, Pemerintah Siapkan Dana Tambahan Daerah

Senin, 10 Agu 2026 - 23:00 WIB

Wawako Sungai Penuh Azhar Hamzah saat menghadiri HUT ke-61 Tanjab Barat.( Foto : Diskominfosta Sungai Penuh)

Jambi

Azhar Hamzah Hadiri HUT ke-61 Tanjab Barat

Senin, 10 Agu 2026 - 20:00 WIB

Aktivitas pengolahan kopi dan teh Indonesia yang semakin diminati pasar global.(Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Ekonomi

Ekspor Kopi dan Teh Indonesia Makin Diminati Global

Senin, 10 Agu 2026 - 19:00 WIB