iNBrita.com — Umumnya, masyarakat merawat hewan peliharaan seperti kucing hingga burung
Namun, Muhammad Rizky justru memilih memelihara reptil. Pemuda 28 tahun yang tinggal di Tenggumung Wetan Gang Dukuh No.39, Surabaya ini menekuni hobi memelihara kadal sejak tahun 2017. Ia memelihara berbagai jenis, mulai dari Bearded Dragon, Leopard Gecko, hingga Pogona.
Dari Hobi Menjadi Peluang Usaha
Seiring waktu, kadal-kadal peliharaannya berkembang biak dengan pesat. Rizky pun melihat peluang dan mulai menekuni budidaya kadal sebagai sumber penghasilan.
Sebelum terjun ke bisnis ini, Rizky aktif mencari referensi dan belajar langsung dari komunitas reptil.
Tantangan di Awal Perjalanan
Meski sudah belajar, Rizky tetap menghadapi berbagai tantangan di awal. Ia pernah mengalami kegagalan, seperti kadal tidak berkembang, keracunan, bahkan mati.
Rizky menganggap semua itu sebagai proses belajar. Ia menyadari bahwa saat itu dirinya masih merintis dan belum berpengalaman dalam bisnis tersebut.
Perawatan Intensif Seperti Bayi
Lambat laun, Rizky semakin memahami cara budidaya kadal. Ia merawat kadalnya dengan telaten, layaknya merawat bayi. Setiap pagi, ia menjemur kadal dan menjaga suhu ruangan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh reptil tersebut.
Untuk pakan, Rizky memberi jangkrik dan kecoa dubia setiap hari. Ia juga menambahkan sayuran sebagai selingan pada sore hari.
Proses Perkembangbiakan
Dalam proses perkembangbiakan, Rizky membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memasangkan kadal hingga siap kawin dan bertelur.
Jika berhasil, satu induk dapat bertelur hingga tiga kali. Setiap kali bertelur, kadal mampu menghasilkan 15 hingga 20 butir telur dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen.
Kendala Cuaca dan Suhu
Meski sudah lebih berpengalaman, Rizky tetap menghadapi kendala, terutama saat musim hujan. Perubahan suhu membuat kadal kehilangan nafsu makan, muntah, bahkan bisa mati secara tiba-tiba.
Pemasaran dan Harga Jual
Seiring berjalannya waktu, usaha Rizky mulai menarik perhatian teman sebaya dan warga sekitar. Ia kemudian memasarkan kadalnya melalui media sosial dan marketplace.
Rizky menjual kadal dengan harga bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp6 juta per ekor. Ia menawarkan pembelian melalui Instagram, platform online lainnya, maupun secara langsung di tempatnya.
Inspirasi dari Ketekunan
Kisah Rizky membuktikan bahwa usaha yang disertai niat dan komitmen dapat membuahkan hasil.
(VVR*)









