Jakarta, iNBrita.com — Harga emas dunia turun pada perdagangan kemarin, memperpanjang pelemahan menjadi dua hari berturut-turut.
Pada Selasa (21/4/2026), pelaku pasar menutup harga emas spot di level US$ 4.733,8 per troy ons. Angka ini turun 1,81% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 8 April, atau hampir dalam dua pekan terakhir.
Selama dua hari terakhir, harga emas sudah terkoreksi total 2,06%.
Ketidakjelasan kabar perdamaian di Timur Tengah menekan harga emas. Bloomberg News melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan menahan serangan ke Iran hanya jika Iran mengajukan proposal damai baru dan kedua pihak dapat menyelesaikan pembicaraan.
Sementara itu, Iran masih menutup Selat Hormuz. Pemerintah di Teheran menegaskan akan mempertahankan langkah tersebut hingga Amerika Serikat membuka blokade kapal yang keluar-masuk Iran.
Sejak konflik di Timur Tengah pecah pada akhir Februari, harga emas telah merosot lebih dari 10%.
Ahmad Assiri, analis dari Pepperstone Group Ltd, menegaskan bahwa pasar saat ini menunggu kejelasan atau perubahan nyata dalam kondisi makroekonomi.
Di sisi lain, harga minyak dunia justru melonjak akibat meningkatnya tensi geopolitik. Harga minyak Brent naik 3,14% ke level US$ 98,48 per barel.
Jika situasi tidak membaik, harga energi berpotensi terus naik. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan inflasi dan menyulitkan bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan.
Karena emas tidak memberikan imbal hasil, investor cenderung kurang tertarik memegang emas ketika suku bunga masih tinggi.
Analisis Teknikal
Untuk perdagangan Rabu (22/4/2026), harga emas masih berada dalam zona bearish berdasarkan perspektif harian.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 48, yang menunjukkan kecenderungan bearish, meskipun belum terlalu kuat karena posisinya masih dekat dengan level netral 50.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 33, yang mengindikasikan tekanan jual cukup kuat.
Meski demikian, harga emas masih memiliki peluang untuk naik dalam jangka pendek. Target resistance terdekat berada di US$ 4.787 per troy ons, yang bertepatan dengan Moving Average (MA) 5.
Pelaku pasar juga perlu mencermati pivot point di US$ 4.796 per troy ons. Jika harga menembus level ini, emas berpotensi naik ke kisaran US$ 4.830–4.870 per troy ons, dengan target optimistis di US$ 4.959 per troy ons.
Sebaliknya, jika harga kembali turun, level US$ 4.711 per troy ons menjadi support terdekat. Jika level ini tertembus, harga berisiko turun lebih lanjut ke US$ 4.704 per troy ons.
(VVR*)














