IHSG Jatuh Tajam, Investor Lepas Saham Besar-besaran

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, iNBrita.com — Pagi ini, Rabu (4/3/2026), investor menjual saham sehingga IHSG jatuh tajam 2,55% ke level 7.736,92 hanya dalam setengah jam setelah pembukaan bursa. Aksi jual ini melanjutkan tren penurunan beberapa hari terakhir.

Mayoritas saham mengalami tekanan karena investor terus melepaskan kepemilikan mereka. Dari sekitar 800 saham, 561 saham turun, sementara hanya 105 naik. Investor menukar saham senilai hampir Rp 6 triliun, dengan ENRG, BUMI, dan MEDC menjadi yang paling ramai diperjualbelikan.

Saham tambang emas dan saham konglomerasi menekan IHSG karena investor mengurangi posisi di saham-saham tersebut. Saham blue chip seperti Telkom, Bank Mandiri, BCA, dan BRI ikut turun, memperberat tekanan indeks. Sektor infrastruktur dan barang baku mencatat koreksi terdalam, sementara sektor kesehatan dan energi bertahan lebih baik.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik, Buyback Ikut Menguat Hari Ini

OJK dan KSEI memperbarui data pemegang saham yang memiliki lebih dari 1%, mengklasifikasikan ulang tipe investor, dan menyiapkan aturan free float minimum baru serta daftar konsentrasi pemegang saham. Langkah ini membantu investor menilai risiko konsentrasi dan meningkatkan transparansi pasar.

Investor global juga menjual saham di bursa Asia. Kospi Korea Selatan turun 7,24%, Nikkei Jepang dan ASX Australia melemah. Investor menaikkan harga minyak karena Iran menutup Selat Hormuz, sementara AS mengawal kapal tanker untuk menjaga aliran energi tetap bebas.

Baca Juga :  Negara Atur Cinta PNS dari Nikah hingga Poligami

Di Amerika Serikat, investor melepaskan saham karena kekhawatiran konflik AS-Iran. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun signifikan, menambah ketidakpastian pasar global.

Singkatnya, investor di dalam dan luar negeri menjual saham secara besar-besaran, sehingga IHSG tertekan. Volatilitas tinggi dan risiko pasar masih mengintai.

(*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tegaskan Harga LPG Subsidi Tetap Stabil
Imigrasi Soekarno-Hatta Gagalkan 89 Jemaah Haji Ilegal
Kasus Marsinah sebagai Simbol Perjuangan Buruh Indonesia
Kemenag RI Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026
Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Kopdes Merah Putih
Dukcapil Larang Fotokopi e-KTP, Ini Alasannya Sekarang
PPPK Kritik Usulan Pengangkatan Guru Honorer Jadi PNS
Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri Cair Juni 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 22:00 WIB

Pemerintah Tegaskan Harga LPG Subsidi Tetap Stabil

Senin, 18 Mei 2026 - 05:00 WIB

Imigrasi Soekarno-Hatta Gagalkan 89 Jemaah Haji Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Kasus Marsinah sebagai Simbol Perjuangan Buruh Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kemenag RI Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

(Foto: Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus)

Nasional

Pemerintah Tegaskan Harga LPG Subsidi Tetap Stabil

Senin, 18 Mei 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi siswa sedang belajar di kelas.(Dok: Pintek)

Pendidikan

SD Wajib Diajarkan Bahasa Inggris pada Tahun 2027

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Dok. BULOG

Ekonomi

BULOG Pastikan Harga Beras SPHP Tetap Terjangkau

Senin, 18 Mei 2026 - 20:00 WIB

Sekda Sungai Penuh, Alpian, meninjau Pasar Tanjung Bajure bersama Tim Satgas Pasar dan berdialog dengan pedagang. ( foto Pemkot)

SUNGAI PENUH

Sekda Alpian Tinjau Pasar, Serap Aspirasi Pedagang

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB

Siswa TK belajar pengelolaan sampah di Bank Sampah Lindung Berseri, Desa Talang Lindung. ( foto ist)

Pendidikan

Siswa TK Belajar Kelola Sampah di Talang Lindung

Senin, 18 Mei 2026 - 18:00 WIB