Teheran, iNBrita.com – Otoritas Iran langsung mengecam keras Amerika Serikat (AS) setelah militer AS melancarkan serangan ke Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Selain Iran, Kolombia dan Kuba juga menyuarakan kecaman terhadap tindakan militer tersebut.
Venezuela Tuduh AS Lakukan Agresi Besar-besaran
Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menuding Amerika Serikat melakukan agresi militer berskala besar dan sangat serius. Lebih lanjut, pemerintah Venezuela menyatakan serangan AS menghantam sejumlah wilayah penting, termasuk Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Trump Akui Serangan dan Klaim Maduro Ditangkap
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengonfirmasi serangan tersebut. Ia menyebut militer AS menjalankan operasi skala besar yang berjalan sukses. Selain itu, Trump juga mengklaim aparat AS telah menangkap Presiden Nicolas Maduro dan membawanya ke luar negeri.
Iran Nilai AS Langgar Kedaulatan dan Piagam PBB
Menanggapi situasi itu, Kementerian Luar Negeri Iran menilai serangan AS melanggar kedaulatan serta integritas teritorial Venezuela. Tak hanya itu, Iran juga menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan itu disampaikan Kemenlu Iran, sebagaimana dilaporkan AFP dan CNN pada Sabtu (3/1/2026).
Melalui kantor berita pemerintah Press TV, Kementerian Luar Negeri Iran kembali menegaskan kecaman mereka. Iran menyebut serangan AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional Venezuela.
Teheran Peringatkan Dampak Global
Lebih jauh, Iran yang selama ini menjadi salah satu sekutu utama Venezuela, memperingatkan dampak luas dari agresi tersebut. Menurut Teheran, serangan militer AS terhadap negara berdaulat anggota PBB tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi merusak perdamaian dan keamanan internasional serta mengguncang sistem global secara keseluruhan.
Kolombia Serukan Penahanan Diri
Di sisi lain, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi di Venezuela, meski ia tidak secara langsung menyebut Amerika Serikat. Melalui akun media sosial X, Petro menegaskan bahwa pemerintah Kolombia menolak segala bentuk tindakan militer sepihak yang berisiko memperburuk keadaan dan membahayakan warga sipil.
Lebih lanjut, Petro menekankan bahwa Kolombia terus memantau perkembangan di Venezuela dengan penuh perhatian. Ia juga mendesak seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memicu eskalasi konflik.
Kuba Sebut Serangan AS sebagai Tindakan Kriminal
Selain Kolombia, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel turut melontarkan kecaman keras. Ia secara tegas menyebut aksi militer AS terhadap Venezuela sebagai tindakan kriminal. Menurut Diaz-Canel, serangan tersebut mengancam kawasan Amerika Latin yang selama ini dikenal sebagai zona perdamaian.
“Kuba mengecam keras serangan kriminal AS terhadap Venezuela dan mendesak komunitas internasional untuk merespons secara tegas. Saat ini, zona perdamaian kita menghadapi serangan brutal,” tegas Diaz-Canel. (Ven*)









