Kasus Kanker Usus Muda Naik, Dokter Harvard Ungkap

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pasien di Rumah Sakit

Ilustrasi Pasien di Rumah Sakit

Jakarta, iNBrita.com – Kasus kanker usus besar dan rektum pada usia muda terus meningkat sekitar 2 persen setiap tahun sejak pertengahan 1990-an. Hal itu diungkapkan oleh Dr. Kimmie Ng, dokter onkologi saluran cerna dari Harvard Medical School sekaligus pendiri Young-Onset Colorectal Cancer Center di Boston.

Dr. Ng mengaku kaget saat mulai menemukan banyak pasien muda yang sudah datang dengan kanker stadium lanjut. “Pasien-pasien ini masih muda, sehat, tidak memiliki faktor risiko, bahkan tanpa riwayat keluarga. Namun mereka sudah mengalami kanker stadium 4. Sekarang, kasus seperti ini semakin sering kami temui,” ujarnya.

Kenali Gejala Awal Kanker Kolorektal

Dr. Ng menekankan pentingnya mengenali gejala awal kanker kolorektal sejak dini. Menurutnya, darah yang tercampur dalam tinja menjadi tanda paling umum pada pasien muda.

“Jika darah tampak bercampur di dalam tinja, bukan hanya di permukaannya atau di tisu, sebaiknya segera periksa ke dokter,” jelasnya.

Selain itu, beberapa gejala lain juga bisa muncul, seperti:

  • Berat badan turun tanpa sebab jelas

  • Pola buang air besar berubah, misalnya sering diare atau sembelit baru

  • Bentuk tinja makin tipis

  • Perut terasa sakit atau penuh

  • Tubuh lemas akibat anemia

Oleh karena itu, siapa pun yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu Utama

Lebih lanjut, para peneliti menduga perubahan gaya hidup dan lingkungan modern ikut memicu peningkatan kasus kanker di usia muda.

“Setiap generasi setelah tahun 1950 menghadapi risiko yang lebih tinggi,” kata Dr. Ng.

Sebagai contoh, orang yang lahir tahun 1990 memiliki risiko kanker rektum empat kali lipat dan kanker usus besar dua kali lipat dibanding generasi yang lahir pada 1950. Dengan demikian, ia menilai penyebabnya tidak mungkin berasal dari faktor genetik semata.

“Gen manusia tidak banyak berubah dalam 30 tahun terakhir. Karena itu, faktor lingkungan dan gaya hidup kemungkinan besar berperan besar,” tuturnya.

Beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko kanker antara lain obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi daging merah dan gula tambahan, serta konsumsi minuman berpemanis berlebihan.

Namun, Dr. Ng juga mengingatkan bahwa kanker dapat menyerang siapa saja, bahkan orang yang tampak sangat sehat. “Banyak pasien kami yang hidup aktif dan makan sehat, seperti pelari maraton, tetap terdiagnosis kanker usus besar,” katanya.

Tes Genetik dan Skrining Dini Bisa Selamatkan Nyawa

Menurut Dr. Ng, sebagian besar kanker pada usia muda tidak berasal dari faktor keturunan. Meski begitu, pasien muda memiliki kemungkinan lebih besar membawa sindrom genetik seperti Lynch Syndrome atau Familial Adenomatous Polyposis.

Oleh sebab itu, ia menyarankan setiap pasien muda yang terdiagnosis kanker agar menjalani tes genetik bersama keluarga. Langkah ini dapat membantu menentukan kapan seseorang perlu mulai melakukan skrining.

Lebih jauh, Dr. Ng menegaskan pentingnya deteksi dini. Ia mendorong masyarakat untuk melakukan skrining rutin mulai usia 45 tahun, atau lebih muda jika ada riwayat keluarga.

“Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya. “Banyak orang menunda pemeriksaan karena takut atau malu, padahal semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang sembuh.”

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur
Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver
Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya
3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya
Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan
7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:00 WIB

7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB

Daftar kode redeem FF terbaru 18 Oktober 2026 untuk mencoba klaim hadiah gratis Free Fire. ( Foto AI INBRITA)

Uncategorized

Kode Redeem FF Terbaru 18 Oktober 2026 Hadiah Gratis

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi permainan mobile dan saldo DANA yang menggambarkan peluang mendapatkan hadiah digital melalui aplikasi game. ( Foto AI INBRITA)

Teknologi

7 Game Penghasil Saldo DANA yang Menarik untuk Dicoba

Minggu, 18 Okt 2026 - 01:00 WIB

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, alami erupsi (Foto: Magma Indonesia)

Nasional

Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya

Minggu, 18 Okt 2026 - 00:00 WIB

Atta Halilintar  IG @attahalilintar

Entertainment

Ashanty Bongkar Respons Atta Halilintar soal Isu Perselingkuhan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 23:00 WIB