Penelitian Ungkap Potensi Biji Kelor sebagai Koagulan Alami
Jakarta, iNBrita.com — Tim ilmuwan dari Brasil dan Inggris meneliti kemampuan pohon kelor (moringa) dalam mengatasi pencemaran mikroplastik di air minum. Mereka menggunakan ekstrak biji kelor untuk menguji fungsinya sebagai bahan alami dalam proses pemurnian air.
Dalam studi yang mereka publikasikan pada April 2026, para peneliti menguji ekstrak biji kelor sebagai koagulan alami yang mengikat partikel mikroplastik di air agar menggumpal dan lebih mudah mereka saring.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak biji kelor mampu menghilangkan sekitar 98,5% mikroplastik dari air.
Para peneliti menilai kelor lebih unggul karena bersifat alami, mudah terurai, dan tidak menghasilkan limbah lumpur kimia dalam jumlah besar. Mereka menilai penggunaan bahan alami ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis yang berpotensi berdampak buruk bagi lingkungan.
Tantangan Penerapan Skala Besar
Meski menjanjikan, para peneliti mengakui bahwa penerapan metode ini masih terbatas. Mereka mencatat bahwa satu biji kelor hanya mampu mengolah sekitar 10 liter air, sehingga mereka menilai metode ini lebih cocok untuk komunitas kecil atau wilayah dengan keterbatasan akses bahan kimia pengolahan air.
Para ilmuwan kemudian mendorong penelitian lebih lanjut untuk memahami proses penguraian mikroplastik yang terperangkap, analisis biaya, serta kemungkinan penerapan dalam skala industri.a
Di Indonesia, masyarakat telah membudidayakan pohon kelor untuk kebutuhan konsumsi dan ekonomi. Pelaku industri juga telah mengekspor produk berbasis kelor ke berbagai negara seperti China, Malaysia, Jepang, dan kawasan Timur Tengah.Temuan ini mendorong para peneliti untuk terus mengembangkan solusi berbasis alam dalam menghadapi ancaman mikroplastik yang semakin meluas di lingkungan perairan dunia.









