Paris, iNBrita.com – Sejak pemerintah menutup kantor pariwisata Paris, agen koran resmi mengambil alih fungsinya. Kini, kios-kios koran menghiasi Kota Cahaya, mulai dari Carrousel du Louvre dan Gare Saint-Lazare hingga halaman depan Grand Rex.
Agen koran tidak hanya menjual surat kabar dan majalah, tetapi juga melayani wisatawan. Agen koran membagikan peta gratis, memberi informasi praktis tentang transportasi, restoran, dan aktivitas lokal, serta menyediakan kode QR yang memungkinkan wisatawan mengunduh aplikasi Paris je t’aime, menurut laporan Paris Fr pada Selasa (11/11).
Jika turis memerlukan bantuan, agen koran siap menghubungkan mereka dengan layanan pramuwisata resmi Paris.
Sebanyak 37 operator kios telah bergabung dalam program ini. Wisatawan dapat mengenali mereka melalui papan nama kecil dan poster yang menampilkan kode QR untuk mengunduh aplikasi Paris je t’aime.
Sebelum beroperasi, para agen mengikuti pelatihan satu hari yang diselenggarakan oleh Paris je t’aime – Office de Tourisme, lembaga resmi promosi pariwisata ibu kota.
Pemerintah secara berkala mengirim petugas penyamar untuk menilai pengetahuan agen tentang objek wisata, kejelasan informasi, dan keramahan mereka. Selain itu, operator kios menerima pengarahan rutin dan berkomunikasi setiap hari dengan tim Paris je t’aime agar selalu mendapatkan informasi terbaru.
Kios-kios ini berlokasi di titik strategis, seperti stasiun, museum, dan teater yang ramai wisatawan.
“Saya mencintai pekerjaan ini. Bukan hanya soal uang, tapi juga karena saya senang berinteraksi dengan orang,” ujar seorang petugas kios di dekat Accor Arena.
Petugas yang sudah bekerja sejak 2018 itu fasih berbahasa Prancis, Inggris, Arab, dan Spanyol—kemampuan yang sangat membantu dalam melayani pengunjung dari berbagai negara.
“Banyak turis bertanya cara menuju Menara Eiffel, Louvre, atau Notre-Dame. Ada juga yang bingung membeli tiket karena tiket kertas sudah tidak tersedia,” katanya.
Ia dengan sabar membantu wisatawan memasang aplikasi Navigo agar bisa membeli tiket langsung lewat ponsel. Pada malam konser, kiosnya tetap buka hingga pukul 22.00 untuk memberikan informasi kepada pengunjung.
Pemerintah menargetkan, pada tahun 2026, seluruh kios dapat berperan sebagai duta wisata Paris.
Pemerintah Paris resmi menutup kantor pariwisata pada Januari 2025 sebagai bagian dari langkah mereka beralih ke sistem kampanye digital.
(VVR*)














