Jemaah Lansia Mbah Mardijiyono Tiba di Madinah
Jakarta, iNBrita.com — Di bawah terik matahari Madinah yang mencapai sekitar 40°C pada Minggu (3/5/2026), suasana haru sekaligus padat menyelimuti Terminal Haji Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz. Di tengah keramaian jemaah yang berusaha mencari tempat berteduh, tersaji kisah menyentuh dari seorang lansia asal Indonesia.
Mardijiyono Karto Sentono, jemaah haji berusia 103 tahun asal Bantul, DIY, tiba di Madinah untuk menunaikan ibadah haji. Meski tubuhnya telah renta, ia tetap berpegang teguh pada niatnya untuk beribadah. Dengan suara pelan namun penuh keyakinan, ia menyampaikan keinginannya secara langsung.
“Saya cuma ingin beribadah,” ucapnya dengan logat Jawa saat berada di ruang tunggu bandara.
Selain itu, Mbah Mardijiyono terus menunjukkan rasa syukur meski usianya sudah melampaui satu abad dan ia harus menggunakan kursi roda. Ia tidak berhenti mengucap syukur karena akhirnya bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.
“Saya sudah 103 tahun,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, kondisi kesehatannya masih tergolong baik untuk usianya. Namun, ia tetap menggunakan alat bantu jalan karena pernah jatuh di kamar mandi pada 2022. Oleh karena itu, saat tiba di bandara, petugas haji dan tim pendamping langsung membantu dan mendampingi pergerakannya. Bahkan, mereka mengangkat dan mengarahkan Mbah Mardijiyono agar ia tetap merasa nyaman.
Dipastikan Istitha’ah oleh Petugas Kloter
Di sisi lain, Mbah Mardijiyono tergabung dalam Kloter 9 Embarkasi Yogyakarta (YIA). Ketua kloter, Edy Purwanto, memastikan bahwa ia memenuhi syarat kesehatan atau istitha’ah untuk berangkat haji.
“Beliau tetap sehat dan memenuhi syarat meskipun usianya sudah lebih dari seabad,” jelasnya.
Lebih lanjut, kehadiran Mbah Mardijiyono memberi dampak positif bagi para petugas haji. Ia terus tersenyum dan menunjukkan semangat, sehingga hal itu ikut meningkatkan motivasi dalam pelayanan.
“Beliau selalu tersenyum dan bersemangat, sehingga kami juga ikut termotivasi,” kata Edy.
Pada akhirnya, Mbah Mardijiyono berhasil mewujudkan impian panjangnya untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kisahnya menunjukkan bahwa niat yang kuat mampu menggerakkan langkah seseorang, bahkan di usia yang sangat lanjut.
(eny)









