Mengutip Mashed (18/8/2024), setiap pengguna perlu memahami kebiasaan yang salah agar dapat memperbaiki cara penggunaan spons dalam aktivitas sehari-hari.
Menganggap spons cuci piring selalu bersih
Pertama, banyak orang menganggap spons tetap bersih setelah mereka menggunakannya untuk mencuci piring. Padahal, spons menyerap sisa makanan, minyak, dan air kotor ke dalam pori-porinya.
Membiarkan spons tetap basah
Kedua, sebagian orang membiarkan spons tetap basah setelah mereka gunakan. Kebiasaan ini mempercepat pertumbuhan bakteri karena lingkungan lembap mendukung perkembangan mikroorganisme. Karena itu, pengguna perlu memeras spons hingga benar-benar kering setelah setiap pemakaian.
Menyimpan spons di tempat lembap
Ketiga, banyak orang menyimpan spons di tempat yang tertutup dan lembap, seperti di dalam wastafel atau wadah tertutup. Kondisi tersebut membuat spons semakin kotor. Sebaliknya, pengguna perlu menyimpan spons di tempat terbuka agar udara mengalir dan spons cepat kering.
Menggunakan spons untuk berbagai permukaan
Keempat, sebagian orang menggunakan spons cuci piring untuk membersihkan berbagai permukaan dapur, termasuk meja makan. Tindakan ini justru menyebarkan bakteri dari satu area ke area lain..
Menggunakan spons terlalu lama
Kelima, banyak orang menggunakan spons terlalu lama tanpa menggantinya. Spons yang sudah lama mereka pakai mengandung jumlah bakteri yang jauh lebih tinggi. Karena itu, pengguna perlu mengganti spons secara rutin. Selain itu, mereka juga dapat mengurangi bakteri dengan memanaskan spons di microwave dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Dengan menerapkan kebiasaan yang benar, masyarakat dapat menjaga kebersihan dapur sekaligus melindungi kesehatan keluarga dari risiko bakteri berbahaya.
(eny)









