Spons Cuci Piring Bisa Jadi Sarang Bakteri Berbahaya

Spons Cuci Piring Bisa Jadi Sarang Bakteri Berbahaya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak orang tidak sadar bahwa spons cuci piring bisa menyimpan kuman berbahaya di dapur. (Foto: iStockphoto)

Banyak orang tidak sadar bahwa spons cuci piring bisa menyimpan kuman berbahaya di dapur. (Foto: iStockphoto)

 Jakarta, iNBrita.com – Spons cuci piring menjadi salah satu alat rumah tangga yang paling sering digunakan . Namun, banyak orang masih menggunakan spons dengan cara yang kurang tepat. Akibatnya, spons justru menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya yang dapat mengancam kesehatan keluarga.

Mengutip Mashed (18/8/2024),  setiap pengguna perlu memahami kebiasaan yang salah agar dapat memperbaiki cara penggunaan spons dalam aktivitas sehari-hari.

Menganggap spons cuci piring  selalu bersih

Pertama, banyak orang menganggap spons tetap bersih setelah mereka menggunakannya untuk mencuci piring. Padahal, spons menyerap sisa makanan, minyak, dan air kotor ke dalam pori-porinya.

Baca Juga :  6 Makanan Terbaik untuk Mengurangi Lemak Perut Membandel

Membiarkan spons tetap basah

Kedua, sebagian orang membiarkan spons tetap basah setelah mereka gunakan. Kebiasaan ini mempercepat pertumbuhan bakteri karena lingkungan lembap mendukung perkembangan mikroorganisme. Karena itu, pengguna perlu memeras spons hingga benar-benar kering setelah setiap pemakaian.

Menyimpan spons di tempat lembap

Ketiga, banyak orang menyimpan spons di tempat yang tertutup dan lembap, seperti di dalam wastafel atau wadah tertutup. Kondisi tersebut membuat spons semakin kotor. Sebaliknya, pengguna perlu menyimpan spons di tempat terbuka agar udara mengalir dan spons cepat kering.

Menggunakan spons untuk berbagai permukaan

Keempat, sebagian orang menggunakan spons cuci piring untuk membersihkan berbagai permukaan dapur, termasuk meja makan. Tindakan ini justru menyebarkan bakteri dari satu area ke area lain..

Baca Juga :  Kebiasaan Pagi yang Merusak Mood dan Produktivitas Kerja

Menggunakan spons terlalu lama

Kelima, banyak orang menggunakan spons terlalu lama tanpa menggantinya. Spons yang sudah lama mereka pakai mengandung jumlah bakteri yang jauh lebih tinggi. Karena itu, pengguna perlu mengganti spons secara rutin. Selain itu, mereka juga dapat mengurangi bakteri dengan memanaskan spons di microwave dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Dengan menerapkan kebiasaan yang benar, masyarakat dapat menjaga kebersihan dapur sekaligus melindungi kesehatan keluarga dari risiko bakteri berbahaya.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB