Home / Nasional

Kamis, 6 November 2025 - 01:00 WIB

Menteri PKP dan BPKP Bahas Pembangunan Rusun Papua

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh saat pertemuan di kantor BPKP, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh saat pertemuan di kantor BPKP, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Jakarta, iNBrita.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh di kantor BPKP, Selasa (4/11) malam. Pertemuan tersebut membahas pembangunan rumah susun (rusun) di Papua serta penguatan tata kelola anggaran sektor perumahan.

Maruarar, yang akrab disapa Ara, menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan rusun akan mengikuti prinsip tata kelola yang baik. Pemerintah juga akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait dalam pelaksanaannya.

“Kami menyiapkan pembangunan rusun di Papua dengan tata kelola yang baik. Kami juga akan berkonsultasi dengan Menteri Kehutanan dan pihak-pihak terkait lainnya. Pembangunan direncanakan di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Jayawijaya,” ujar Ara dalam keterangan resmi, Rabu (5/11/2025).

Selain membahas proyek di Papua, Ara juga mengungkapkan kenaikan anggaran signifikan untuk program perumahan tahun 2025. Ia menilai peningkatan tersebut harus diimbangi dengan penguatan tata kelola, transparansi, dan efektivitas penggunaan anggaran.

“Karena anggaran kami naik 100 persen tahun depan, kami perlu terus berkonsultasi dengan BPKP agar setiap langkah sesuai prinsip tata kelola yang baik,” kata Ara.

Menurutnya, kenaikan anggaran itu akan menopang berbagai program perumahan nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan 350.000 unit rumah subsidi pada 2025, meningkat dari 200.000 unit tahun ini. Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan juga ditargetkan mencapai Rp130 triliun.

Baca juga :   Chery J6 Viral Terobos Banjir di Jakarta

Program renovasi rumah masyarakat berpenghasilan rendah turut meningkat pesat, dari 45.000 unit menjadi 400.000 unit pada tahun depan. Ara menegaskan pentingnya menjaga akuntabilitas dalam pelaksanaan seluruh program tersebut.

“Kami harus memastikan setiap rupiah digunakan secara tepat. Tata kelola, transparansi, dan efektivitas anggaran menjadi kunci,” tegasnya.

Hingga saat ini, penyerapan anggaran Kementerian PKP telah mencapai 74,56 persen. Ara menilai capaian itu menunjukkan komitmen kuat jajarannya dalam mendukung program prioritas nasional penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

Baca juga :   Harga Emas Batang Hari Turun Dalam Sepekan

(VVR*)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pengemasan makanan bergizi gratis dalam kantong plastik yang menjadi sorotan warganet BGN Klarifikasi

Nasional

BGN Klarifikasi Pengemasan MBG Balita dan Bumil
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS minta maaf setelah berangkat umrah saat banjir

Nasional

Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Usai Umrah Tanpa Izin
Amplop uang bertuliskan THR untuk PNS, TNI, dan Polri.

Nasional

Pemerintah Siapkan THR PNS, TNI, Polri Rp60 Triliun
Tersangka Ayu Puspita di Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan WO

Nasional

Korban Penipuan WO Ayu Puspita Terus Bertambah

Nasional

Ijazah Jokowi Dimasalahkan, Prabowo: Besok Ijazah Saya Ditanya-tanya
Polisi menyelidiki lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara

Nasional

Polisi Tetapkan Siswa SMAN 72 Jadi Tersangka Ledakan

Nasional

BPJPH – BPOM Temukan Daftar 9 Marshmallow Mengandung Babi
Warga melihat lubang amblesan di Nagari Situjuah Batua, Limapuluh Kota, Sumatera Barat

Nasional

Badan Geologi Jelaskan Amblesan Tanah di Limapuluh Kota