Polisi Ungkap Motif Ekonomi Kasus Daycare Little Aresha

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Jakarta, iNBrita.com  — Polisi mengurai dugaan motif di balik kasus kekerasan di daycare Little Aresha yang melibatkan puluhan anak. Sejauh ini, penyidik menemukan indikasi kuat bahwa faktor ekonomi mendorong praktik tersebut.

Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia, menyatakan pihaknya masih terus mendalami orientasi keuntungan dalam operasional daycare itu. Menurutnya, pengelola sengaja menambah jumlah anak untuk meningkatkan pemasukan.

“Motif ekonomi sedang kami dalami. Pada dasarnya, semakin banyak anak, semakin besar pemasukan yang mereka terima,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolresta Jogja, Senin (27/4/2026).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, menegaskan ketidakseimbangan antara jumlah anak dan tenaga pengasuh menunjukkan adanya praktik eksploitasi.

Baca Juga :  Prabowo Melayat Jenazah Eks Wagub DKI Eddie Nalapraya

Ia menjelaskan, pengelola menerima lebih dari 100 anak, namun di sisi lain, mereka hanya menyediakan sedikit pengasuh. Akibatnya, satu pengasuh harus menangani hingga tujuh sampai delapan anak sekaligus.

“Ini tidak masuk akal. Idealnya, satu pengasuh merawat dua sampai tiga anak. Namun kenyataannya, jumlahnya jauh melampaui batas,” tegasnya.

Lebih lanjut, pengelola tetap mengoperasikan daycare di ruang yang terbatas. Dalam kondisi tersebut, mereka hanya menempatkan dua hingga empat pengasuh dalam satu shift, sehingga beban kerja meningkat tajam.

Di sisi lain, polisi menemukan pengelola tidak menepati janji kepada orang tua. Mereka sebelumnya menjanjikan rasio pengasuh yang ideal, akan tetapi mereka justru terus menerima anak tanpa membatasi kapasitas.

Baca Juga :  Free Fire x Jujutsu Kaisen: Dapatkan Skin Yuji

“Kalau mereka terus menambah anak tanpa batas, maka jelas mereka mengejar keuntungan,” ujar Adrian.

Selain itu, tekanan kerja yang tinggi mendorong pengasuh melakukan kekerasan. Bahkan, penyidik menemukan dugaan bahwa pihak manajemen, termasuk ketua yayasan dan kepala sekolah, mengetahui dan bahkan memerintahkan tindakan tersebut.

Untuk itu, polisi kini terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab serta memperjelas motif di balik praktik tersebut

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Daycare Jogja, Balita Diikat Seharian Penuh
Jumhur Hidayat Pastikan Keppres Mitigasi PHK Segera Terbit
Prabowo Reshuffle Kabinet Lantik Enam Pejabat Baru
Insiden KA Bekasi Timur Ganggu Layanan KAI
UNDSS Tinjau IKN, Perkuat Peluang Kolaborasi Global
Idul Adha 2026 Kapan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Pemerintah Siapkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tahun Ini
Nasib PPPK Paruh Waktu Ditentukan Tahun 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 23:59 WIB

Polisi Ungkap Motif Ekonomi Kasus Daycare Little Aresha

Senin, 27 April 2026 - 23:00 WIB

Kasus Daycare Jogja, Balita Diikat Seharian Penuh

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Jumhur Hidayat Pastikan Keppres Mitigasi PHK Segera Terbit

Senin, 27 April 2026 - 18:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Lantik Enam Pejabat Baru

Senin, 27 April 2026 - 01:00 WIB

Insiden KA Bekasi Timur Ganggu Layanan KAI

Berita Terbaru

Poster Free Fire kode redeem terbaru dengan hadiah skin, senjata, dan loot crate.(foto AI)

Game

Kode Redeem Free Fire 28 April 2026 Hadiah Eksklusif

Selasa, 28 Apr 2026 - 02:00 WIB

Wali Kota Alfin saat memperjuangkan dukungan pendidikan ke pemerintah pusat.

SUNGAI PENUH

Alfin Perjuangkan Dukungan Pendidikan Sungai Penuh ke Pusat

Selasa, 28 Apr 2026 - 01:00 WIB

Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Nasional

Polisi Ungkap Motif Ekonomi Kasus Daycare Little Aresha

Senin, 27 Apr 2026 - 23:59 WIB

Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Nasional

Kasus Daycare Jogja, Balita Diikat Seharian Penuh

Senin, 27 Apr 2026 - 23:00 WIB

Mohammad Jumhur Hidayat menuju pelantikan di Istana Negara, Jakarta.

Nasional

Jumhur Hidayat Pastikan Keppres Mitigasi PHK Segera Terbit

Senin, 27 Apr 2026 - 22:00 WIB