Pencegatan Kapal Kemanusiaan di Perairan Internasional
Jakarta, iNBrita.com — Militer Israel mencegat armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla ketika kapal-kapal itu berlayar menuju wilayah Gaza. Sebelumnya, armada tersebut berangkat dari Turki dan membawa bantuan untuk warga sipil. Namun, pasukan menghentikan perjalanan kapal-kapal itu di perairan internasional.
Di sisi lain, Perdana MenteriBenjamin Netanyahu menyebut misi tersebut sebagai tindakan provokatif dan menuduh penyelenggara flotilla mendukung Hamas. Selain itu, pemerintah Israel menegaskan bahwa mereka menegakkan blokade Gaza melalui tindakan pencegatan tersebut.
Kemudian, Kementerian Luar Negeri Israel menuduh kelompok penyelenggara melakukan provokasi dan menyatakan akan terus mencegah kapal-kapal bantuan mencapai Gaza.
Klaim dan Tuntutan Penyelenggara Flotilla
Sementara itu, penyelenggara Global Sumud Flotilla menuduh Israel menangkap sukarelawan sipil dan menyita kapal bantuan di perairan internasional. Mereka juga menuntut pembebasan segera para aktivis serta kelanjutan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Di Indonesia, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam tindakan Israel dan memantau kondisi warga negara Indonesia yang ikut dalam misi tersebut. Selain itu, Kemenlu melaporkan bahwa Israel telah menangkap sekitar 10 kapal, termasuk kapal yang membawa WNI.
Penangkapan Jurnalis dan Reaksi Media
Selain itu, dua jurnalis dari media Republika ikut tertangkap saat meliput misi kemanusiaan tersebut. Akibatnya, pihak Republika mengecam tindakan Israel dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional serta kebebasan pers.
“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” kata Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam pernyataannya di kutip dari detik.com.
Dengan demikian, insiden ini kembali meningkatkan ketegangan terkait pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza dan pelaksanaan blokade yang masih berlangsung.









