Home / Internasional

Minggu, 16 November 2025 - 07:00 WIB

Peneliti Temukan Karang Raksasa di Kepulauan Solomon

Foto: National Geographic

Foto: National Geographic

Jakarta, iNBrita.com  – Para peneliti menemukan karang tunggal berukuran sangat besar di Kepulauan Solomon. Mereka menjelajahi perairan hangat Pasifik Selatan dan langsung menyadari bahwa bentuk besar itu bukan paus atau cumi-cumi raksasa, tetapi karang. Ukurannya setara dua lapangan basket.

Tim dokumenter kemudian mengukur karang tersebut. Mereka mencatat lebar 34 meter dan panjang 32 meter. Karang ini bahkan terlihat dari luar angkasa. Tidak seperti terumbu karang pada umumnya, karang ini berdiri sebagai satu individu, bukan kumpulan koloni berbeda.

Dalam foto yang mereka ambil, karang Pavona clavus tersebut tampak seperti gundukan cokelat dengan tonjolan kecil. Selain itu, warnanya menunjukkan bercak kuning, hijau, dan ungu. Para ahli kemudian memperkirakan bahwa karang ini sudah hidup selama ratusan tahun karena pertumbuhannya sangat lambat.

Baca juga :   Indonesia Perpanjang Izin Operasi Freeport Hingga 2041

Manu San Félix, ahli biologi kelautan, menemukan karang ini saat ia mengambil gambar di Pulau Malaulalo. Ia mengatakan bahwa karang tersebut sudah hidup sejak masa Napoleon. Ia datang bersama ekspedisi National Geographic dalam program Pristine Seas untuk mendokumentasikan kehidupan laut.

Marita, Direktur Kebudayaan Kepulauan Solomon, menyambut temuan ini dengan bangga. Ia menegaskan bahwa karang tersebut memiliki makna besar bagi masyarakat lokal. Hingga saat ini, tidak ada catatan yang menunjukkan keberadaan karang tunggal yang lebih besar. Sebelumnya, rekor terbesar berasal dari Samoa Amerika dengan diameter sekitar 22 meter.

Selanjutnya, para ahli memperkirakan masih ada karang besar lain di lautan terpencil. Stacy Jupiter dari Wildlife Conservation Society menjelaskan bahwa manusia baru menjelajahi sekitar lima persen wilayah laut. Karena itu, penemuan-penemuan besar masih sangat mungkin terjadi.

Baca juga :   Agak Laen 2 Tembus 10,8 Juta Penonton

Di sisi lain, kondisi terumbu karang dunia saat ini berada dalam ancaman. Pemanasan global terus meningkatkan suhu air laut dan memicu pemutihan karang. Ketika suhu naik, alga yang menjadi sumber makanan karang pergi. Akibatnya, karang kehilangan energi dan perlahan mati.

Sejak awal 2023, tiga perempat terumbu karang dunia mengalami panas ekstrem. Data tersebut berasal dari National Oceanic and Atmospheric Administration. Meski begitu, karang raksasa di Kepulauan Solomon memberi harapan baru. Temuan ini mengingatkan kita bahwa alam masih menyimpan kekuatan besar yang perlu kita lindungi.

(ES*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Suzuki Burgman 400 2026 warna Pearl Mat Shadow Green tampil elegan

Internasional

Suzuki Burgman 400 2026 Tampil Elegan di Thailand
Bulan purnama Sturgeon Moon tampak jelas di langit malam

Internasional

Fenomena Langit Agustus 2025, Dari Purnama hingga Meteor
Presiden Prabowo disambut diaspora Indonesia di Sydney

Internasional

Prabowo Sambut Antusias Diaspora Indonesia di Sydney
ilustrasi kepadatan penduduk di perkotaan.

Internasional

Jakarta Geser Tokyo Jadi Metropolitan Terpadat Dunia
Lautan massa demonstran memadati jalanan di Iran

Internasional

Trump Peringatkan Iran, Parlemen Ancam AS dan Israel
Moh Zaki Ubaidillah merayakan kemenangan usai menjuarai Thailand Masters 2026 di Bangkok

Internasional

Ubed Taklukkan Tuan Rumah, Juara Thailand Masters 2026
Marcus Rashford saat membela Manchester United dalam pertandingan resmi

Internasional

Barcelona Sepakat Permanenkan Marcus Rashford Musim Depan
Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti merayakan gelar juara Thailand Masters 2026

Internasional

Tiwi/Fadia Raih Gelar Juara Thailand Masters 2026