Jakarta, iNBrita.com – PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) menyiapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 100,25 miliar. Melalui pembagian dividen tersebut, perseroan akan memberikan Rp 35,6 untuk setiap saham yang dimiliki investor.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Minggu (8/11/2026), direksi PORT telah memutuskan pembagian dividen interim tersebut pada 6 November 2026. Dewan komisaris juga telah menyetujui keputusan tersebut pada tanggal yang sama.
Perseroan menetapkan pembagian dividen dengan mengacu pada laporan keuangan per 30 September 2026. Dalam laporan tersebut, PORT mencatat sejumlah indikator keuangan yang mendukung pembagian dividen.
Berikut rincian kondisi keuangan PORT:
- Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 1,38 triliun.
- Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp 740,66 miliar.
- Total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 1,38 triliun.
Jadwal Pembagian Dividen Interim PORT 2026
PORT telah menetapkan sejumlah tanggal penting bagi investor yang ingin memperoleh dividen interim tahun buku 2026.
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen PORT:
- 16 November 2026: Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.
- 17 November 2026: Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.
- 18 November 2026: Cum dividen di pasar tunai.
- 19 November 2026: Ex dividen di pasar tunai.
- 18 November 2026 pukul 16.00: Tanggal pencatatan pemegang saham (DPS) yang berhak menerima dividen tunai.
- 3 Desember 2026: Tanggal pembayaran dividen kepada pemegang saham.
Pergerakan Saham PORT pada 6 November 2026
Sementara itu, saham PORT mengakhiri perdagangan Jumat, 6 November 2026, di zona merah. Berdasarkan data RTI, harga saham PORT turun 0,57% ke posisi Rp 875 per saham.
Pada awal perdagangan, saham PORT sempat menguat 40 poin ke level Rp 920 per saham. Sebagai perbandingan, saham ini menutup perdagangan sebelumnya pada harga Rp 880 per saham.
Sepanjang perdagangan, investor memperdagangkan saham PORT pada rentang Rp 825 hingga Rp 920 per saham. Aktivitas transaksi mencatat frekuensi sebanyak 65 kali dengan volume mencapai 322 saham.
Selain itu, nilai transaksi harian saham PORT mencapai Rp 28,3 juta.
IHSG Menguat 0,40% pada Penutupan 6 November 2026
Di tengah pelemahan sejumlah saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 6 November 2026.
IHSG naik 0,40% ke level 5.050,42. Indeks LQ45 juga mencatat penguatan sebesar 0,90% ke posisi 518,27. Dengan demikian, mayoritas indeks saham acuan berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau.
Namun, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia masih menunjukkan tekanan yang cukup besar. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.050,42 dan level terendah 4.925,10 sepanjang perdagangan.
Data perdagangan mencatat 381 saham mengalami pelemahan. Sebaliknya, sebanyak 192 saham berhasil menguat, sedangkan 141 saham bergerak stagnan.
Investor juga mencatat aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Total frekuensi transaksi mencapai 1.102.785 kali dengan volume perdagangan sebanyak 47,4 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi harian mencapai Rp 10,3 triliun.
Pada perdagangan yang sama, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 18.079.
Sektor Keuangan dan Consumer Nonsiklikal Topang IHSG
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham mengalami tekanan pada penutupan perdagangan 6 November 2026. Hanya sektor consumer nonsiklikal dan keuangan yang berhasil mencatatkan penguatan.
Sektor consumer nonsiklikal naik 0,83%. Sementara itu, sektor keuangan mencatat kenaikan lebih tinggi sebesar 1,52%.
Sebaliknya, sektor teknologi memimpin pelemahan dengan koreksi sebesar 3,16%. Tekanan juga menghampiri sektor lainnya, dengan rincian sebagai berikut:
- Sektor energi melemah 1,02%.
- Sektor basic turun 2,46%.
- Sektor industri terkoreksi 0,69%.
- Sektor consumer siklikal turun 0,44%.
- Sektor kesehatan melemah 0,345%.
- Sektor properti terkoreksi 0,42%.
- Sektor infrastruktur turun 1,17%.
- Sektor transportasi melemah 0,94%.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG belum mendapat dukungan merata dari seluruh sektor. Meskipun IHSG dan indeks LQ45 berhasil menguat, tekanan jual pada saham teknologi dan sejumlah sektor lainnya masih membayangi perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
(vvr*)









