Jambi, iNBrita.com — Masyarakat Tionghoa selalu menyajikan kue keranjang, atau nian gao, saat Tahun Baru Imlek. Mereka memberi nama nian gao untuk melambangkan harapan agar rezeki, keberuntungan, dan kualitas hidup meningkat setiap tahun.
Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat Tiongkok kuno membuat kue ini sebagai persembahan bagi dewa dan leluhur pada pergantian tahun. Mereka juga menggunakan kue keranjang dalam ritual penghormatan kepada Dewa Dapur, karena mereka percaya persembahan ini menyampaikan laporan baik tentang keluarga kepada penguasa langit.
Kue keranjang memiliki tekstur lengket dan rasa manis. Masyarakat Tionghoa menafsirkan lengketnya kue sebagai simbol kehangatan dan kekompakan keluarga, sementara rasa manisnya melambangkan harapan hidup yang harmonis. Di berbagai daerah, orang mengolah kue ini menjadi hidangan goreng atau mencampurnya ke dalam masakan lain untuk variasi penyajian.
Hingga kini, masyarakat tetap mempertahankan kue keranjang dalam perayaan Imlek. Kehadirannya melestarikan tradisi, menghormati budaya, dan mengekspresikan doa agar masa depan lebih baik.









