Home / Nasional

Kamis, 25 Desember 2025 - 02:00 WIB

Sejarah dan Makna Warna Merah Hijau Natal

Ilustrasi warna hijau dan merah di hari Natal. Foto: Freepik/gpointstudio

Ilustrasi warna hijau dan merah di hari Natal. Foto: Freepik/gpointstudio

Balikpapan, iNBrita.com  – Warna dan simbol pada Natal memiliki makna yang panjang dan berakar dari sejarah lintas budaya. Natal dikenal dengan pohon cemara hijau, dekorasi merah-hijau, serta berbagai ornamen khas. Namun, kombinasi warna ini bukan sekadar estetika, melainkan sarat simbolisme, dari tradisi pagan kuno hingga perayaan Kristen modern.

Merah dan hijau pada Natal pertama kali populer melalui kartu Natal era Victoria pada abad ke-19 dan ilustrasi seniman pada 1920-an. Tetapi asal-usulnya lebih tua, dari masyarakat Celtic kuno yang menghormati tanaman holly berwarna merah-hijau sebagai simbol perlindungan dan keberuntungan di musim dingin. Gereja abad pertengahan menggunakan kedua warna ini untuk menghias altar dan kemudian mengaitkannya dengan Yesus Kristus.

Baca juga :   Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi Hari Ini

Secara simbolis, merah mewakili darah Yesus, cinta, keberanian, dan keceriaan, sekaligus warna khas pakaian Santa Claus. Hijau, seperti pada holly dan mistletoe, melambangkan kehidupan Kristus yang abadi. Pada tradisi pagan, hijau juga menandakan alam yang tetap hidup di musim dingin.

Pohon cemara hijau menjadi simbol paling ikonik. Catatan sejarah menyebutkan penggunaan pohon abadi pertama kali di Tallinn, Estonia, atau Riga, Latvia. Legenda abad ke-8 menyebut biarawan Benediktin Inggris, Boniface, menebang pohon ek untuk menghentikan penyembahan dewa pagan. Dari tempat pohon itu, tumbuh cemara yang kemudian dijadikan simbol Kristus. Bentuk segitiga pohon melambangkan Tritunggal Mahakudus sekaligus kehidupan baru.

Baca juga :   BMKG Waspadai Hujan Lebat Saat Libur Nataru

Pada abad ke-16, orang Kristen Jerman menempatkan pohon Natal di rumah sebagai simbol kehidupan abadi. Tradisi ini menyebar ke Inggris ketika Ratu Victoria meminta Pangeran Albert memasang pohon di istana, menjadikannya simbol populer. Orang menghias pohon dengan kacang, apel, kue jahe, atau piramida kayu berisi cabang cemara dan lilin. Masyarakat Jerman yang bermigrasi menyebarkan tradisi ini ke seluruh dunia, sehingga orang mengenal pohon Natal sebagai simbol universal hingga kini.

Dengan demikian, merah dan hijau bukan sekadar warna dekorasi, tetapi mencerminkan sejarah panjang, simbol agama, dan harapan akan kehidupan serta kebahagiaan yang abadi di musim Natal.

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Personel polisi berjalan melewati hutan hijau berbatu menuju lokasi ladang ganja di Gayo Lues, Aceh.

Nasional

Bareskrim Telusuri Hutan Aceh Musnahkan Ladang Ganja
Seorang pejabat bidang pendidikan berbicara dalam acara resmi di Jakarta dengan latar lambang kementerian pendidikan.

Nasional

Kemendikdasmen Pimpin Survei Kinerja Kementerian 2025

Nasional

Rocky Candra Minta Menteri Lingkungan Hidup Bantu Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh Atasi Sampah

Nasional

KUR BRI 2025 : Solusi Modal Usaha Ringan Untuk Petani dan Pelaku UMKM
Kurnia Ningsih, Kepala BMKG Kerinci, imbau warga waspadai suhu dingin akibat bediding.

Nasional

Fenomena Bediding Landa Kerinci dan Sungai Penuh

Nasional

BPJPH – BPOM Temukan Daftar 9 Marshmallow Mengandung Babi

Nasional

PT. Tren Gen Horizon Peluang bagi Pemilik Media Meningkatkan Pendapatan
“Menteri IMIPAS Agus Andrianto memberi pernyataan tentang pembinaan Anak di LPKA menjelang Hari Anak Nasional 2025.”

Nasional

Menteri IMIPAS: Anak LPKA Generasi Emas Indonesia