Sering Ngantuk Saat Kerja? Minum Air, Bukan Kopi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minum air putih membantu mengurangi rasa ngantuk saat bekerja tanpa risiko kesehatan seperti kopi atau minuman manis.

Minum air putih membantu mengurangi rasa ngantuk saat bekerja tanpa risiko kesehatan seperti kopi atau minuman manis.

Jakarta, iNBrita.com – Banyak pekerja melawan rasa kantuk dengan kopi atau camilan manis. Padahal, kebiasaan ini tidak selalu efektif dan justru bisa memicu masalah kesehatan jangka panjang, termasuk risiko diabetes akibat konsumsi gula berlebih.

Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Doddy Izwardy, menjelaskan bahwa penyebab utama rasa kantuk saat bekerja bukan karena kurang kafein, melainkan kurang cairan.

“Coba perhatikan. Saat ngantuk berat di kantor, kebanyakan orang langsung minum kopi atau beli makanan manis. Itu keliru,” kata Doddy Kamis (23/1/2026).

Doddy menyebut, ketika tubuh kekurangan cairan, tubuh memberi sinyal berupa rasa lelah dan mengantuk.

“Coba buktikan sendiri. Saat ngantuk, minum dua gelas air hangat. Biasanya rasa kantuk langsung berkurang,” jelasnya.

Kopi Hanya Memberi Efek Sementara

Doddy mengakui kopi memang bisa membuat mata melek. Namun, efeknya tidak bertahan lama.

Baca Juga :  Berita Internasional Paling Menarik Hari Ini

“Setelah minum kopi, segarnya hanya sebentar. Setelah itu lemas lagi. Hal yang sama terjadi saat makan camilan manis. Kalau jadi kebiasaan, ginjal bisa terdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan, mengandalkan kopi atau minuman manis setiap kali mengantuk bukan solusi sehat.

Menurut Doddy, langkah pencegahan diabetes dan obesitas sebenarnya sangat sederhana.

“Minum air putih dua liter per hari, berjalan kaki atau bergerak selama 30 menit, timbang berat badan setiap bulan, dan ukur tinggi badan setiap empat bulan. Pesannya sederhana, tapi sering diabaikan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya aktivitas fisik. Pola makan enak tanpa gerak tubuh berisiko besar bagi kesehatan.

“Kalau makan enak terus tapi tidak bergerak, itu berbahaya,” tegasnya.

Jaga Pola Makan Seimbang

Dalam hal pola makan, Doddy mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang beragam.

Baca Juga :  Toyota Rush Masih Jadi SUV Terlaris di Indonesia

“Makanlah beragam. Jangan membatasi makanan, kecuali karena alasan agama, kepercayaan, atau kondisi medis,” ujarnya.

Ia mencontohkan, perubahan lokasi tidak otomatis mengubah kebiasaan makan.

“Pergi ke Jogja tidak membuat orang otomatis mengurangi gula. Ke Padang juga tidak membuat santan dan lemak hilang dari menu. Itu tantangannya,” katanya.

Karena itu, ia menilai kunci hidup sehat bukan pada larangan total, melainkan keseimbangan dan konsistensi gaya hidup.

Doddy juga menegaskan bahwa masalah gizi seperti obesitas dan diabetes tidak bisa diselesaikan dengan satu cara untuk semua orang.

“Kalau orang bertanya, ‘Anak saya obesitas, harus makan apa?’ kita harus ukur dulu tinggi dan berat badannya. Setiap orang butuh pendekatan berbeda,” pungkasnya.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB