Skincare Viral Tidak Selalu Aman Bagi Kulit

Dokter ingatkan risiko layering dan eksfoliasi tanpa panduan dapat merusak skin barrier

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi(FREEPIK)

Ilustrasi(FREEPIK)

Jangan Asal Ikuti Tren Skincare Viral, Dokter Kulit Ungkap Risiko Layering dan Eksfoliasi

Jakarta, iNBrita.com — Banyak orang mengikuti tren skincare yang viral di media sosial untuk merawat wajah. Namun, para dokter kulit mengingatkan bahwa tidak semua metode dan produk kecantikan cocok untuk setiap jenis kulit.

Selain itu, kebiasaan meniru rutinitas influencer tanpa pemahaman yang benar justru dapat memicu masalah kulit. Akibatnya, banyak orang mengalami iritasi, jerawat, hingga kerusakan skin barrier.

Di sisi lain, tren layering skincare dan eksfoliasi semakin populer karena dianggap membuat kulit lebih sehat dan cerah.

Pendiri klinik kecantikan Dermalogia, dr. Arini Astasari Widodo, MS, Sp.DVE, FINSDV, menjelaskan bahwa seseorang boleh melakukan layering skincare. Namun, ia menegaskan bahwa pengguna tetap harus memahami cara pemakaian yang benar.

“Di media sosial ada yang pro dan kontra, jadi banyak orang bingung. Padahal layering itu boleh, tetapi tetap harus mengikuti panduan,” jelasnya.

Urutan skincare sangat menentukan hasil

Selain itu, banyak orang masih salah mengurutkan pemakaian skincare. Oleh karena itu, seseorang perlu menggunakan produk dari tekstur paling ringan ke paling berat, mulai dari berbahan dasar air hingga minyak.

Baca Juga :  Alfin Resmi Pimpin DPD PAN Sungai Penuh

Dengan cara ini, kulit dapat menyerap setiap produk secara optimal. Sebaliknya, jika seseorang salah urutan, produk tidak akan meresap dan hanya menumpuk di permukaan kulit.

“Kalau orang memakai produk berminyak dulu baru yang cair, kulit tidak bisa menyerapnya. Akibatnya, itu hanya membuang produk,” kata dr. Arini.

Selain itu, ia menyarankan jeda sekitar 15 menit di setiap tahap skincare agar hasil lebih maksimal. Kemudian, ia menegaskan bahwa sunscreen harus selalu menjadi langkah terakhir di pagi hari.

Eksfoliasi wajah juga tidak boleh sembarangan

Selain layering, banyak orang melakukan eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati agar wajah terlihat lebih cerah.

Namun demikian, dokter mengingatkan agar orang tidak melakukan eksfoliasi secara berlebihan. Sebaliknya, tindakan yang terlalu agresif justru dapat merusak kulit.

Baca Juga :  WaliKota Alfin SH Sholat Hari Raya Idul Fitri Bersama ,Ajak Perantau Bersinergi Membangun Daerah

Dokter spesialis kulit dan kelamin dari ADS Skin Clinic, dr. Armansjah Dara Sjahruddin, Sp.DVE, M.Kes, menjelaskan bahwa kulit akan memberikan sinyal jika eksfoliasi dilakukan secara tidak tepat.

“Kalau kulit terasa nyeri, perih, atau sangat kesat, berarti eksfoliasi sudah tidak aman,” ujarnya.

Perawatan kulit harus sesuai kondisi masing-masing

Oleh karena itu, setiap orang perlu menyesuaikan perawatan kulit dengan kondisi masing-masing. Dengan demikian, tidak ada satu metode skincare yang cocok untuk semua orang.

Selain itu, setiap orang memiliki tingkat sensitivitas kulit yang berbeda. Karena itu, penggunaan bahan aktif maupun eksfoliasi asam tidak bisa disamakan.

“Semua tindakan kulit harus berdasarkan indikasi medis. Ada pasien yang hanya butuh satu lapisan peeling, ada juga yang membutuhkan lebih banyak,” jelas dr. Arini.

Dengan demikian, dokter menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis profesional sebelum mengikuti tren skincare yang viral di media sosial.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPOM Ungkap Bahaya Obat Herbal Ilegal Beredar
LASIK Tidak Menyebabkan Katarak Ini Penjelasan Dokter Mata
Emosi Terpendam Dapat Picu Risiko Kanker
Gigi Sehat dan Bersih untuk Kesehatan Mulut
Nyeri Leher Bukan Tanda Pasti Kolesterol Tinggi
Kondisi Putri Thailand Kritis Setelah Tiga Tahun Koma
Waspadai Gejala Serangan Jantung yang Sering Disalahartikan
Cara Mengatasi Kram Otot Saat Lari dan Mendaki
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:00 WIB

Skincare Viral Tidak Selalu Aman Bagi Kulit

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:00 WIB

BPOM Ungkap Bahaya Obat Herbal Ilegal Beredar

Senin, 25 Mei 2026 - 03:00 WIB

LASIK Tidak Menyebabkan Katarak Ini Penjelasan Dokter Mata

Minggu, 24 Mei 2026 - 03:00 WIB

Emosi Terpendam Dapat Picu Risiko Kanker

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:00 WIB

Gigi Sehat dan Bersih untuk Kesehatan Mulut

Berita Terbaru

Foto: Presiden Prabowo Subianto. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Nasional

Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Dana APBN

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:00 WIB

Ilustrasi(FREEPIK)

Kesehatan

Skincare Viral Tidak Selalu Aman Bagi Kulit

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:00 WIB

Analis keamanan siber memantau ancaman digital di ruang kontrol modern berbasis AI. ( Foto Ai)

Teknologi

AI Bikin Ahli Cybersecurity Diburu Bergaji Fantastis

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi Idul Adha 2026. 45 Poster dan Ucapan Selamat Idul Adha 2026 dalam Bahasa Arab(Ilustrasi dibuat AI)

Nasional

Ucapan Idul Adha 2026 Penuh Doa Bermakna

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:00 WIB

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (paling kanan) dalam kegiatan simbolis penyaluran hewan kurban di Jakarta, Selasa (26/5/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas

Ekonomi

BSI Salurkan 24 Ribu Hewan Kurban Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:00 WIB