Strategi Cerdik Teuku Umar Lawan Penjajah Belanda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pahlawan Aceh Teuku Umar ( Foto istimewa)

Pahlawan Aceh Teuku Umar ( Foto istimewa)

Jakarta – Kisah Teuku Umar merupakan salah satu cerita perjuangan paling heroik dalam sejarah bangsa Indonesia. Sebagai pahlawan nasional, ia dikenal karena keberaniannya memimpin Perang Aceh melawan penjajah Belanda dengan strategi perang gerilya yang cerdik dan mematikan

Melansir dari Detikhikmah, Perjuangan Teuku Umar tidak hanya mencerminkan keberanian seorang pemimpin, tetapi juga kecerdikan dalam menyusun taktik yang membuat Belanda kewalahan. Hingga kini, kisahnya tetap dikenang sebagai simbol semangat juang rakyat Aceh dalam mempertahankan Tanah Air.

 

Kisah Teuku Umar dalam Perang Aceh

Diceritakan dalam buku Pahlawan-Pahlawan Indonesia Sepanjang Masa oleh Didi Junaidi, Teuku Umar mulai ikut dalam Perang Aceh pada 1873 saat usianya baru 19 tahun. Pada masa awal perjuangannya, ia berfokus melawan Belanda di daerah Meulaboh dan Aceh Barat.

Keberanian dan kecerdikan Teuku Umar membuatnya diangkat sebagai kepala desa (keuchik) di barat daya Meulaboh. Di usia muda, ia sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat dan disegani rakyat.

Setelah menikah dengan Cut Nyak Dien pada 1880, perjuangan rakyat Aceh semakin berkobar. Pasangan ini menjadi simbol perlawanan yang menakutkan bagi Belanda.

Pada 1883, Belanda sempat melakukan perjanjian damai dengan Teuku Umar. Namun tidak lama kemudian, pada 1884, peperangan kembali pecah dengan sengit.

Pada 1893, Teuku Umar menyusun strategi cerdik dengan berpura-pura menjadi sekutu Belanda. Ia masuk dalam dinas militer Belanda dan diberi gelar Teuku Johan Pahlawan dengan pasukan lengkap sebanyak 250 orang.

Baca Juga :  Baju Kurung Melayu Jadi Tren Populer Lebaran 2026

Walau terlihat membantu Belanda, Teuku Umar sebenarnya hanya berpura-pura. Ia bahkan mengganti prajurit Belanda di unitnya dengan orang Aceh agar bisa mempelajari taktik musuh.

Tanggal 30 Maret 1896, Teuku Umar resmi keluar dari dinas Belanda. Ia membawa lari 800 pucuk senjata, 25.000 butir peluru, serta uang dan peralatan perang dalam jumlah besar.

Dengan kekuatan baru, Teuku Umar menyerang pos-pos Belanda bersama Panglima Polem Muhammad Daud. Serangan itu menewaskan 25 tentara Belanda dan melukai sekitar 190 orang.

Belanda marah besar dan melancarkan operasi besar-besaran, namun selalu gagal karena senjata terbaik mereka sudah dikuasai pasukan Aceh. Hingga akhirnya, Belanda menggunakan pengkhianatan melalui Teuku Leubeh untuk mengetahui siasat perang Teuku Umar, yang berujung gugurnya sang pahlawan pada 11 Februari 1899.

 

Kepemimpinan Teuku Umar Mencerminkan Kepemimpinan Islami

Dikutip dari Jurnal Kepemimpinan Teuku Umar Sebagai Refleksi Kepemimpinan Islam oleh Zainal Putra dan Jasman Ma’ruf, Teuku Umar dikenal sebagai pemimpin yang menjadikan Islam sebagai landasan perjuangannya. Sejak muda, ia dididik dalam lingkungan religius sehingga nilai-nilai agama membentuk watak kepemimpinannya.

Dalam setiap perjuangan, ia selalu menekankan pentingnya niat ikhlas demi membela agama dan Tanah Air. Baginya, jihad melawan penjajah adalah bagian dari kewajiban seorang muslim.

Baca Juga :  Ahmad Muzani Tidak Lagi Menjabat Sekjen Partai Gerindra

Sebagai pemimpin, Teuku Umar menunjukkan sifat amanah dengan mengemban tanggung jawab besar tanpa mengkhianati rakyat. Keputusan yang ia ambil selalu ditujukan untuk kemaslahatan umat, bukan kepentingan pribadi.

Ia juga memiliki sifat fathanah atau kecerdasan yang luar biasa. Strategi berpura-pura bekerja sama dengan Belanda merupakan bukti kecerdikannya dalam menipu musuh demi keuntungan rakyat Aceh.

Selain itu, keberaniannya melawan penjajah mencerminkan sifat jihad fi sabilillah. Ia berjuang dengan sepenuh hati meski harus menghadapi kekuatan militer Belanda yang jauh lebih besar.

Dalam rumah tangganya bersama Cut Nyak Dien, nilai kepemimpinan islami juga terlihat. Keduanya saling mendukung dalam perjuangan, menunjukkan peran keluarga sebagai benteng moral seorang pemimpin.

Teuku Umar juga mencontohkan sifat sabar dalam menghadapi ujian berat. Walaupun berulang kali pasukannya diburu Belanda, ia tetap tabah dan tidak mudah menyerah.

Ia mempraktikkan prinsip musyawarah dengan para panglima dan ulama sebelum mengambil keputusan besar. Hal ini menunjukkan sikap demokratis dalam kepemimpinan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Akhir hidupnya pun menjadi teladan kepemimpinan islami. Teuku Umar gugur sebagai syuhada di medan perang, meninggalkan warisan semangat jihad dan keteladanan seorang pemimpin Muslim yang ikhlas berjuang demi agama dan bangsanya. (*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026
Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026
Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran
Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah
Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka
Aturan Kemasan Rokok Berisiko Tingkatkan Peredaran Ilegal.
Pemerintah Siapkan Skema Baru Biaya Haji 2027
TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:00 WIB

Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka

Berita Terbaru

Bunga Agapanthus bermekaran dengan warna biru ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi Al Haris saat audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI di Jakarta.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Audiensi Percepat Pengukuhan Batas Kawasan Hutan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Pertama kali dalam sejarah pemenang Piala Dunia 2026 dihadiahi cincin emas (FIFA)

Internasional

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Senin, 20 Jul 2026 - 21:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memaparkan percepatan implementasi ekspor satu pintu SDA lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jakarta, Senin (20/7/2026).(Foto: dok. YouTube Setpres)

Nasional

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 20:00 WIB