Topan Kalmaegi Terjang Filipina, 100 Orang Tewas

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berjuang melewati banjir di Kota Cebu, Filipina, Rabu (5/11/2025), setelah Topan Kalmaegi menerjang dan menewaskan lebih dari 100 orang.

Warga berjuang melewati banjir di Kota Cebu, Filipina, Rabu (5/11/2025), setelah Topan Kalmaegi menerjang dan menewaskan lebih dari 100 orang.

Jakarta, iNBrita.com – Topan Kalmaegi yang melanda Filipina tengah telah menewaskan 100 orang hingga Rabu (5/11). Topan ini menyebabkan banjir terparah dalam sejarah, dengan Provinsi Cebu sebagai wilayah yang paling terdampak.

Banjir besar yang belum pernah terjadi sebelumnya itu merendam kota-kota di Cebu pada Selasa (4/11). Air bah menyeret mobil, menghancurkan gubuk di tepi sungai, dan menggulingkan kontainer pengiriman besar.

Juru bicara Pemerintah Provinsi Cebu, Rhon Ramos, mengatakan kepada AFP bahwa tim penyelamat menemukan 35 jenazah di daerah banjir Liloan, kota yang termasuk wilayah metropolitan Kota Cebu. Temuan tersebut menambah jumlah korban tewas di Cebu menjadi 76 orang.

Baca Juga :  Relawan GSF Dibebaskan Israel Tiba di Istanbul Turki

Di Pulau Negros, tanah longsor akibat hujan deras yang dipicu Topan Kalmaegi menewaskan sedikitnya 12 orang dan membuat 12 orang lainnya hilang di Kota Canlaon, kata Letnan Polisi Stephen Polinar.

Ia menjelaskan bahwa letusan Gunung Kanlaon tahun lalu telah meninggalkan endapan material vulkanik di lereng gunung. Saat hujan deras turun, material itu meluncur deras dan mengubur beberapa desa.

Pada Selasa (4/11), Gubernur Cebu, Pamela Baricuatro, menyebut bencana ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat menghancurkan.

Baca Juga :  Perjuangan Painah, Penjual Daun Pisang Menuju Tanah Suci

Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat badai semakin kuat. Lautan yang lebih hangat memungkinkan topan cepat menguat, sementara atmosfer yang lebih lembap menimbulkan curah hujan yang lebih deras.

Secara keseluruhan, pemerintah mengevakuasi hampir 800.000 orang dari jalur lintasan topan.

Setiap tahun, Filipina menghadapi sekitar 20 badai dan topan, yang sering melanda wilayah rawan bencana dan mengancam jutaan penduduk miskin.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia
Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan
OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis
Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba
Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia
Bolivia Hadapi Gejolak Kabinet, Dua Menteri Mundur
Rusia Hantam Ukraina dengan Serangan Drone Besar
Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 02:00 WIB

Mengapa FIFA Larang Nama Sponsor Stadion Piala Dunia

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Gempa Besar Filipina Picu Korban Jiwa dan Kerusakan

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Target Produksi Minyak di Tengah Krisis

Senin, 8 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pengadilan Yordania Vonis Mati Pembunuh Tiga Polisi Narkoba

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

Forbes Nobatkan Taylor Swift Musisi Wanita Terkaya Dunia

Berita Terbaru

Harga emas Antam hari ini naik tipis menjadi Rp2.733.000 per gram pada 17 Juni 2026.(Foto: Robert Lens/Pexels


Baca artikel detikfinance,

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Menguat Tipis Terbaru 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:00 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK pada Kamis (18/6/2026). (Dok: PPKGBK)

Nasional

Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M., menghadiri Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Pawai Obor 1 Muharram

Selasa, 16 Jun 2026 - 19:00 WIB

Wako Alfin melepas ribuan peserta Pawai Obor 1 Muharam 1448 H di Sungai Penuh. ( Foto Pemkot)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Ajak Bangun Generasi Qurani Sambut 1 Muharam

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:00 WIB

Foto Ilustrasi (Pexels)

Ekonomi

Harga Pertalite Rp18.040, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:00 WIB