Jakarta, iNBrita.com – Banyak traveler mengunjungi destinasi indah dengan pemandangan menawan. Namun, tidak semua orang berani datang ke tempat-tempat terpanas di Bumi.
Kita mungkin terbiasa merasakan terik matahari di siang hari. Akan tetapi, beberapa wilayah di dunia mencatat suhu yang jauh melampaui batas kenyamanan manusia. Bahkan, sebagian orang menjuluki beberapa lokasi ekstrem itu sebagai “Gerbang Neraka” karena panasnya terasa membakar kulit.
Wilayah-wilayah ini membentang dari gurun tandus hingga kawah berapi yang terus menyala. Selain memecahkan rekor suhu tertinggi, tempat-tempat tersebut juga menyimpan fenomena alam yang luar biasa. Meski terdengar menyeramkan, banyak ilmuwan dan wisatawan tetap datang untuk menyaksikan langsung keganasan alam tersebut.
Mengutip laporan Travel+Leisure pada Minggu (22/2/2026), berikut deretan lokasi dengan suhu paling ekstrem di Bumi:
Rekor Suhu Tertinggi di Dunia
Death Valley
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat Death Valley sebagai lokasi dengan suhu udara terpanas di Bumi. Pada 1913, suhu di kawasan ini mencapai 56 derajat Celsius.
Bentang alam Gurun Mojave yang kering serta pegunungan Sierra Nevada di sekitarnya memerangkap udara panas di lembah rendah. Minimnya vegetasi membuat panas semakin terkumpul. Saat musim panas, suhu rata-rata mencapai 37 derajat Celsius. Wisatawan biasanya memilih berkunjung saat musim dingin karena cuacanya lebih bersahabat.
Gurun Lut
Gurun Lut memegang rekor suhu permukaan tanah (LST) terpanas di dunia. Data WMO dan citra satelit NASA menunjukkan suhu permukaan di kawasan ini pernah mencapai 80 derajat Celsius pada 2018. Permukaan gurun yang gelap dan tandus menyerap serta menyimpan panas dalam jumlah besar.
Panas Ekstrem di Afrika dan Timur Tengah
Kebili
Kebili mencatat rekor suhu tertinggi di Belahan Bumi Timur. Pada 1931, suhu di oasis bersejarah Gurun Sahara ini mencapai 55 derajat Celsius. Wisatawan datang untuk menikmati lanskap gurun yang luas sekaligus merasakan panas khas Afrika Utara.
Mitribah
Mitribah berada di Gurun Kuwait dekat perbatasan Irak. Pada 2016, suhu di wilayah ini mencapai 54 derajat Celsius. Terpaan angin shamal yang membawa udara panas dan kering membuat suhu di kawasan ini semakin ekstrem.
Cekungan Danakil
Cekungan Danakil dikenal sebagai salah satu wilayah terpanas dan paling ekstrem di dunia. Suhu rata-rata tahunannya mencapai 35–38 derajat Celsius. Aktivitas hidrotermal di kawasan Dallol menciptakan warna-warna mencolok yang memikat wisatawan meski mereka harus menghadapi panas menyengat.
Gelombang Panas Mematikan di Asia
Turbat
Turbat terletak di Provinsi Balochistan, Pakistan. Pada 2017, kota ini mencatat suhu 54 derajat Celsius akibat gelombang panas hebat. Gelombang panas yang kembali melanda pada 2024 bahkan menyebabkan ratusan korban jiwa.
Pegunungan Api
Pegunungan Api mencatat suhu ekstrem hingga 79 derajat Celsius. Hamparan perbukitan berwarna merah menyala menjadikan kawasan ini destinasi wisata yang unik dan dramatis.
Suhu Tinggi di Eropa dan Sekitarnya
Athena
Athena menghadapi musim panas yang panas dan kering setiap tahun. Meski suhu sering melonjak tinggi, kota metropolitan ini tetap menarik jutaan wisatawan karena kekayaan sejarah dan budayanya.
Syracuse
Syracuse mencatat rekor suhu tertinggi di Eropa dengan 49 derajat Celsius pada 2021. Iklim Mediterania yang panas dan kering mendukung produksi zaitun serta jeruk dalam jumlah besar.
Panas Ekstrem di Belahan Bumi Selatan
Rivadavia
Rivadavia berada di Provinsi Salta, Argentina barat laut. Wilayah ini mencatat suhu tertinggi di Amerika Selatan dengan 49 derajat Celsius pada 1905. Lanskapnya memadukan pegunungan, gurun, dataran garam, lembah subur, hingga hutan hujan.
Oodnadatta
Oodnadatta terletak di wilayah terpencil Australia Selatan. Wisatawan tetap menjelajahi Oodnadatta Track sepanjang 615 kilometer meski kawasan ini dekat dengan daerah terpanas di Australia. Mereka biasanya datang antara April hingga Oktober saat suhu lebih sejuk, berkisar 10–26 derajat Celsius.
(Tim*)









