Trump Cabut Sertifikasi Program Mahasiswa Asing Harvard

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Universitas Harvard di Amerika Serikat

Gedung Universitas Harvard di Amerika Serikat

Jakarta , inBrita.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan agar mahasiswa asing di Universitas Harvard segera meninggalkan negara tersebut, atau izin tinggal mereka akan dicabut. Kebijakan ini juga melarang mahasiswa asing, termasuk penerima beasiswa, untuk melanjutkan studi di kampus tersebut.

Dilansir CNN Indonesia dan Reuters, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengumumkan pencabutan sertifikasi Program Pertukaran Mahasiswa (Student and Exchange Visitor Program/SEVP) milik Harvard untuk tahun ajaran 2025–2026.

Langkah ini dianggap sebagai sanksi atas dugaan keterlibatan pihak kampus dalam menyebarkan ideologi yang mendukung kekerasan dan antisemitisme.

“Noem menuduh Harvard bekerja sama dengan kelompok yang terafiliasi dengan Partai Komunis untuk mempromosikan kekerasan dan kebencian,” tulis Reuters dalam laporannya.

Baca Juga :  Guardiola Masih di Man City karena Prestasi Tim Luar Biasa

Ia menyatakan bahwa menerima mahasiswa asing bukanlah hak, melainkan privilese. “Universitas tidak berhak mendapatkan keuntungan dari biaya kuliah mahasiswa asing untuk menambah dana abadi mereka yang bernilai miliaran dolar,” kata Noem.

Harvard mengecam kebijakan ini dan menilai langkah pemerintah sangat merugikan. Sekitar 6.800 mahasiswa asing yang saat ini menempuh pendidikan di Harvard, sekitar 27 persen dari total mahasiswa  terancam tidak dapat melanjutkan studi mereka.

Negara asal mahasiswa terbanyak adalah China, diikuti India, Korea Selatan, Inggris, Jerman, Australia, Singapura, dan Jepang.

Baca Juga :  Hukum Qunut Subuh dan Pandangan Buya Yahya

Pihak universitas juga menolak memberikan data visa mahasiswa asing kepada pemerintah.

Sebagai respons, Harvard menggugat pemerintah ke Pengadilan Distrik Massachusetts, dengan alasan bahwa pencabutan SEVP adalah bentuk pembalasan terhadap sikap kampus yang menggunakan hak konstitusional berdasarkan Amandemen

Pertama untuk menolak campur tangan pemerintah terhadap tata kelola dan kurikulum kampus.

Hakim Allison Burroughs memerintahkan penangguhan pelaksanaan kebijakan tersebut. “Pemerintahan Trump dilarang melaksanakan pencabutan sertifikasi SEVP milik penggugat,” tulis Burroughs dalam putusannya.

Sidang lanjutan atas gugatan Harvard terhadap pemerintahan Trump dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei mendatang. (***)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026 dengan Ilustrasi
Iran Klaim 52 Kapal Tembus Blokade Laut AS
Perang Iran-AS-Israel Sebabkan Krisis Ekonomi Dunia Meluas
Ester Wardoyo Bawa Indonesia Juara Grup Uber Cup
Indonesia Tersingkir Usai Kalah Telak dari Prancis
Putin Puji Keberanian Iran Hadapi Serangan AS Israel
AS dan Iran Kembali Bersitegang di PBB Soal Nuklir
Chelsea Kembali Bangkit dan Lolos ke Final Piala FA
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026 dengan Ilustrasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00 WIB

Iran Klaim 52 Kapal Tembus Blokade Laut AS

Kamis, 30 April 2026 - 03:00 WIB

Perang Iran-AS-Israel Sebabkan Krisis Ekonomi Dunia Meluas

Rabu, 29 April 2026 - 07:00 WIB

Ester Wardoyo Bawa Indonesia Juara Grup Uber Cup

Rabu, 29 April 2026 - 06:00 WIB

Indonesia Tersingkir Usai Kalah Telak dari Prancis

Berita Terbaru

Foto: Getty Images/iStockphoto/AmnajKhetsamtip

Pendidikan

Hal yang Tidak Dilakukan Orang Cerdas: Hindari Gosip

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:00 WIB

Ilustrasi buruh pabrik (IST)

Ekonomi

Upah Minimum dan Tantangan Kesejahteraan Buruh di Jambi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi penggunaan WhatsApp (Foto: Freepik)

Teknologi

Cek Daftar HP Android Tak Bisa WhatsApp September 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:00 WIB

ilustrasi Mbah Vano meracik dan menjual jamu di Sungai Penuh.

Ekonomi

Mbah Vano Peracik Jamu Tangguh dari Sungai Penuh

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:00 WIB

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia yang mendirikan Taman Siswa ( foto intisari)

Nasional

Ki Hajar Dewantara dan Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:00 WIB