Jakarta, iNBrita.com – Sukitman, merupakan seorang agen polisi tingkat II yang memberi petunjuk penting dalam membantu pihak keamanan menemukan korban G30S PKI di Lubang Buaya.
Kesaksian Sukitman tercatat dalam buku Pierre Tendean: Jejak Sang Ajudan, Sebuah Biografi karya Ahmad Nowmenta Putra.
Dini hari 1 Oktober 1965, Sukitman bersama rekannya, Sutarso melakukan patroli di Wisma AURI, Kebayoran Baru. Saat itu Ia mendengar suara tembakan di rumah DI Panjaitan dan segera mengendarai sepeda menuju lokasi sambil membawa senjata.
Tentara berseragam loreng dan baret merah menahan Sukitman. Ia menuruti perintah mereka, melempar senjatanya, dan mereka mengikat tangannya serta menutup matanya. Akan tetapi waktu itu, Sukitman berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian itu ke pasukan keamanan.
Berdasarkan informasi Sukitman, tim menemukan tumpukan tanah dan sampah di kebun karet Lubang Buaya. Tim menggali lokasi itu dan menemukan sumur tua. Kolonel Sarwo Edhie Wibowo sempat menghentikan penggalian karena kesulitan teknis. Keesokan harinya, Soeharto memimpin KKO-AL dan RPKAD menggali kembali lokasi itu dan menemukan jenazah korban.
Sukitman menjadi saksi kunci yang membantu pihak keamanan menemukan para korban G30S PKI.
(Tim)














