WASHINGTON, iNBrita.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat 4.000 pegawai Gedung Putih dan lembaga federal untuk menekan Partai Demokrat agar segera mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown).
Pimpinan Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB), Russell Vought, menyatakan PHK massal ini menimpa ribuan pegawai di berbagai departemen. Dokumen pengadilan yang beredar Jumat (10/10) mencatat pemerintah sudah memecat lebih dari 4.000 pegawai federal, termasuk 1.000 pegawai di Departemen Keuangan serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS).
Trump menegaskan kebijakan itu sebagai upaya memangkas anggaran sekaligus menekan oposisi.
“Sebagian besar yang dipecat berasal dari kubu Demokrat karena mereka yang memicu masalah ini,” kata Trump di Gedung Putih.
Pemimpin Partai Demokrat di Kongres mengecam keputusan tersebut. Mereka menuding Trump melakukan intimidasi politik dan berencana menggugat ke pengadilan.
“Russell Vought memecat ribuan warga Amerika lewat tweet,” ujar Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer. “Trump dan Vought melakukannya karena ingin, bukan karena terpaksa,” tegasnya.
Serikat pekerja federal yang mewakili 800.000 pegawai segera mengajukan gugatan ke pengadilan San Francisco. Mereka menuntut hakim mengeluarkan perintah darurat untuk menghentikan PHK hingga sidang legalitas pada 16 Oktober.
Departemen Keuangan mulai mengirimkan surat PHK kepada pegawai, sementara HHS langsung menonaktifkan pegawai non-esensial sesuai instruksi Trump.
Langkah ini memicu krisis politik di Washington dan memperburuk dampak ekonomi akibat penutupan pemerintahan yang menghentikan banyak layanan publik di Amerika Serikat.














