Berjalan Kaki Setelah Makan Bikin Tubuh Sehat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berjalan kaki selama 10–20 menit setelah makan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan melancarkan pencernaan.

Berjalan kaki selama 10–20 menit setelah makan dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan melancarkan pencernaan.

Jakarta, iNBrita.com – Berjalan kaki setelah makan ternyata bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Aktivitas ringan ini tidak perlu dilakukan lama, tetapi hasilnya sangat baik untuk kesehatan.

1. Menurunkan Kadar Gula Darah

Berjalan kaki setelah makan membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah. Menurut ahli gizi dan pelatih pribadi Chrissy Carroll, RD, CPT, jalan cepat setelah makan dapat mencegah lonjakan gula darah.

Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga ringan setelah makan bisa memperbaiki respons glikemik dan menurunkan kadar gula darah, baik pada orang dengan diabetes maupun yang tidak.

Pelatih pribadi Melissa A. Hatton, MS, CPT, CES, PES, CNC, menambahkan bahwa berjalan dengan intensitas sedang selama 20 menit setelah makan dapat menurunkan indeks glikemik dan kadar glukosa.

2. Melancarkan Sistem Pencernaan

Jika sering merasa kembung setelah makan, cobalah berjalan kaki sebentar. Aktivitas ini membantu merangsang kerja sistem pencernaan dan dapat mengurangi rasa kembung serta sembelit.

Penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan dapat meningkatkan kenyamanan saluran cerna dan mengurangi gejala seperti kembung, gas, serta nyeri perut.

Baca Juga :  Pengunjung Padati Pasar Rakyat, Dishub Sigap Atur Parkir

3. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Berjalan kaki juga membantu melancarkan sirkulasi darah. Setiap kali kita bergerak, aliran darah meningkat ke otot dan ekstremitas tubuh untuk memastikan jaringan menerima oksigen dan nutrisi yang cukup.

Ahli jantung Dr. Kunal Lal menjelaskan bahwa proses ini, yang disebut perfusi, membuat organ berfungsi lebih baik dan tetap sehat. Karena itu, berjalan kaki secara teratur dapat meningkatkan sirkulasi secara keseluruhan.

4. Mendukung Penurunan Berat Badan

Berjalan kaki setelah makan termasuk olahraga ringan yang efektif membantu menurunkan dan menjaga berat badan.

“Untuk menurunkan berat badan, tubuh harus berada dalam kondisi defisit kalori. Menambahkan jalan kaki ke rutinitas harian bisa membantu mencapainya,” jelas Hatton.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas aerobik kecil seperti berjalan 30 menit per minggu sudah bisa menurunkan berat badan, lingkar pinggang, dan lemak tubuh. Namun, hasilnya akan lebih signifikan jika dilakukan hingga 150 menit per minggu.

Baca Juga :  Gangguan Cloudflare Lumpuhkan Sejumlah Layanan Internet Global

5. Meningkatkan Suasana Hati

Berjalan kaki juga bisa memperbaiki suasana hati. Aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan hormon seperti serotonin, dopamin, dan endorfin yang meningkatkan rasa bahagia.

“Olahraga apa pun, termasuk berjalan kaki, bisa meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres,” kata Carroll.
Hatton menambahkan bahwa membiasakan diri berjalan setelah makan bisa membuat seseorang lebih aktif dan merasa lebih bahagia setiap hari.

Membentuk Kebiasaan Baru

Jika sulit meluangkan waktu untuk berjalan jauh, cobalah membaginya menjadi beberapa sesi 15 menit dalam sehari. Misalnya, setelah mencuci piring atau makan malam, luangkan waktu sebentar untuk berjalan di sekitar rumah, di ruang tamu, atau naik turun tangga.

Membentuk kebiasaan baru memang butuh waktu. Rata-rata, seseorang memerlukan sekitar 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru, tetapi bisa juga hingga 254 hari, tergantung individu.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

BRI membuka lowongan kerja melalui program BBAP 2026 untuk lulusan D3 dan S1 dengan berbagai posisi di sejumlah kantor regional.

Ekonomi

BRI BBAP 2026 Buka Lowongan Kerja Lulusan D3 S1

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid hadir dengan desain modern dan teknologi hybrid yang efisien.

Teknologi

Veloz Hybrid Irit BBM 28,9 Km Per Liter

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:00 WIB

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan akhir Juli(Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Menguat Hari Ini Didorong Pelemahan Dolar AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Permintaan emas global tetap kuat sepanjang kuartal kedua 2026, didorong pembelian bank sentral dan investasi Asia.(Foto: AP/ Jae C. Hong)

Ekonomi

Permintaan Emas Global Tetap Kuat di 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:00 WIB