Risiko Scrolling Berlebih pada Remaja Menurut Psikolog

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Remaja mengakses media sosial melalui ponsel, aktivitas yang dinilai berisiko jika berlangsung berlebihan.

Remaja mengakses media sosial melalui ponsel, aktivitas yang dinilai berisiko jika berlangsung berlebihan.

Jakarta, iNBrita.comAmerican Psychological Association (APA) menilai fitur media sosial seperti scrolling tanpa henti dan notifikasi berulang meningkatkan risiko bagi remaja. Otak yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan terhadap perilaku adiktif dan gangguan konsentrasi.

“Platform ini dirancang agar anak terus terlibat. Mereka belum mampu menahan impuls seefektif orang dewasa,” ujar Mitch Prinstein, Kepala Sains APA, dikutip dari NBCNews, Jumat (14/11/2025). Ia menegaskan bahwa gangguan tersebut mengurangi interaksi langsung, waktu belajar, dan terutama jam tidur. Lebih dari separuh remaja melaporkan setidaknya satu gejala klinis kecanduan media sosial.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Siapkan Pasar Modern, Pusat Ekonomi Baru

Prinstein mendorong perusahaan teknologi menyesuaikan pengaturan default akun anak, seperti menonaktifkan scrolling tak terbatas dan notifikasi. Ia juga meminta perlindungan lebih kuat terhadap perundungan siber dan ujaran kebencian. “Perubahan kecil yang dilakukan platform masih jauh dari cukup,” katanya.

Ia menambahkan bahwa orang tua dapat membantu dengan menghentikan penggunaan gawai di rumah maksimal pukul 9 malam. Kebiasaan ini meningkatkan kualitas tidur, tanpa menimbulkan dampak negatif. “Tidak ada bukti bahwa pembatasan media sosial merugikan anak,” ujarnya.

Baca Juga :  Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Batas Aman Scrolling Media Sosial

Dokter emergency asal California Selatan, Joe Whittington, MD menyarankan membatasi waktu layar untuk hiburan, termasuk media sosial, kurang dari dua jam per hari. Ia merekomendasikan penggunaan dalam sesi 20–30 menit sebanyak tiga kali sehari agar produktivitas tidak terganggu.

Sementara itu, Direktur Klinis Center for Youth Mental Health NewYork-Presbyterian, Shannon Bennett, PhD menyarankan rasio tiga jam kegiatan offline untuk setiap satu jam online. “Keluarga perlu menentukan batas waktu yang realistis bagi anak dan remaja,” tegasnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:00 WIB

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Berita Terbaru

iPhone 18 Pro diprediksi mengalami kenaikan harga akibat kenaikan biaya memori.(Foto: 9to5Mac)

Teknologi

Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik US$100

Senin, 24 Agu 2026 - 22:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan pertemuan bilateral.(Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun

Senin, 24 Agu 2026 - 20:00 WIB

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini

Senin, 24 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mencapai Rp2,782 juta per gram pada Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tertinggi

Senin, 24 Agu 2026 - 18:00 WIB

Dokter gigi menjelaskan cara menjaga gigi dan gusi dari karang gigi.

Kesehatan

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Senin, 24 Agu 2026 - 17:00 WIB