Kebiasaan Sehat Ini Justru Merusak Ginjal Anda

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ginjal adalah organ penting yang bekerja kompleks. Hindari kebiasaan yang membebani ginjal seperti konsumsi protein berlebihan, suplemen tanpa pengawasan, teh detoks, dan minum air berlebihan.”

Ginjal adalah organ penting yang bekerja kompleks. Hindari kebiasaan yang membebani ginjal seperti konsumsi protein berlebihan, suplemen tanpa pengawasan, teh detoks, dan minum air berlebihan.”

Jakarta, iNBrita.com – Saat membicarakan kesehatan ginjal, banyak orang langsung fokus pada asupan garam dan hidrasi. Mereka sering berpikir, jika tidak makan terlalu asin dan tidak mengalami dehidrasi berat, ginjal sudah bekerja dengan baik.

Padahal, ginjal — organ yang menyaring darah, membuang racun, dan memproduksi hormon — bekerja lebih kompleks dari yang dibayangkan.

Faktanya, beberapa kebiasaan yang dianggap ‘sehat’ justru bisa membebani dan merusak fungsi ginjal. Berikut penjelasan para dokter, dikutip dari Best Life.

1. Mengonsumsi Protein Berlebihan

Banyak orang makan terlalu banyak protein untuk mendukung olahraga atau program kebugaran. Urolog David Shusterman, MD, menegaskan, “Makan dua hingga tiga kali lipat kebutuhan protein tidak membuat otot lebih besar, hanya membuat ginjal bekerja lebih keras.”

Studi tahun 2020 di Journal of the American Society of Nephrology (JASN) menunjukkan, pola makan tinggi protein meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis (CKD) baru karena ginjal harus menyaring lebih banyak produk sampingan protein. Jika terus dilakukan, ginjal bisa mengalami kerusakan.

Nefrolog Tim Pflederer, MD, menambahkan, protein hewani lebih berisiko bagi penderita CKD, tetapi protein tetap penting. Ia menyarankan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, kedelai, quinoa, dan lentil.

Secara umum, Shusterman menyarankan orang dewasa mengonsumsi 0,8–1 gram protein per kilogram berat badan per hari, kecuali ada anjuran khusus dari dokter.

2. Mengonsumsi Suplemen Tertentu

Banyak orang percaya suplemen penting untuk kesehatan. Padahal, beberapa suplemen, terutama dalam dosis tinggi, bisa merusak ginjal.

HaVy Ngo-Hamilton, PharmD, menjelaskan, vitamin D dapat berinteraksi dengan pengikat fosfat yang mengandung aluminium pada pasien CKD sehingga menurunkan kadar fosfat. Interaksi ini bisa menaikkan kadar aluminium dalam tubuh, yang berbahaya.

Selain itu, suplemen kalium atau obat herbal yang mengandung kalium berisiko menumpuk di darah. Dokter harus dikonsultasikan sebelum mengonsumsi suplemen agar aman bagi ginjal.

3. Minum Teh Detoks

Banyak orang minum teh detoks karena percaya bisa membersihkan racun dan menurunkan berat badan. Padahal, bukti ilmiahnya minim.

Shusterman memperingatkan, teh detoks bisa membahayakan ginjal. Kandungan diuretik dalam teh membuat urine meningkat, sehingga tubuh mudah dehidrasi dan mengalami ketidakseimbangan elektrolit, yang membebani ginjal.

Selain itu, bahan herbal seperti licorice root, St. John’s wort, dan daun senna dalam teh detoks juga berpotensi merusak ginjal.

Shusterman menyarankan, percayai kemampuan ginjal sebagai alat detoks alami tubuh. “Detoks terbaik sudah dimiliki tubuh Anda. Dukung ginjal dengan makanan utuh, serat, dan hidrasi. Lupakan tren detoks, percayalah pada tubuh Anda,” ujarnya.

4. Minum Terlalu Banyak Air

Hidrasi penting, tetapi minum air berlebihan dalam waktu singkat bisa berbahaya. Ginjal hanya mampu memproses sekitar 0,8–1 liter per jam.

Jika air masuk lebih cepat dari kemampuan ginjal menyaringnya, kadar natrium dalam darah bisa terlalu rendah. Natrium membantu mengatur keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel. Kekurangan natrium bisa menyebabkan pembengkakan, memengaruhi berbagai organ, termasuk otak, dan dalam kasus langka, mengancam nyawa.

Shusterman menyarankan minum sesuai rasa haus dan memastikan warna urine tetap kuning pucat sebagai tanda hidrasi yang cukup.

Pflederer menambahkan, CKD bisa dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan darah dan urine sederhana. Tes darah disebut glomerular filtration rate (GFR), sementara tes urine dikenal sebagai urine albumin to creatinine ratio (UACR).

“Kedua tes ini dapat mengidentifikasi kerusakan ginjal dini sehingga kita bisa mengambil langkah pencegahan sebelum kondisinya memburuk, termasuk mencegah komplikasi gagal ginjal yang bisa membutuhkan transplantasi atau dialisis,” jelasnya.

Untuk menjaga ginjal tetap sehat, Pflederer menyarankan menghindari tembakau, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, membatasi asupan garam, dan memantau tekanan darah secara berkala.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur
Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver
Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya
3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:00 WIB

SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:00 WIB

7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur

Berita Terbaru

Daftar harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi pada 21 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas 24 Karat Hari Ini, Cek Daftarnya

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:00 WIB

Harga perak Antam menguat Rp 600 menjadi Rp 39.200, berlawanan dengan pergerakan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Ekonomi

Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Malah Melemah

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:00 WIB

Kurnia Ningsih, Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, mengimbau warga waspada asap dan cuaca ekstrem.

Uncategorized

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas dunia terkoreksi saat investor mencermati peluang kenaikan suku bunga AS.(Foto: DAVID GRAY | AFP)

Ekonomi

Harga Emas Melemah, Investor Cermati Suku Bunga The Fed

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:00 WIB

Petugas mengisi BBM di SPBU, menggambarkan upaya pemerintah menjaga harga BBM bersubsidi demi melindungi daya beli masyarakat.

Ekonomi

Pemerintah Siapkan Strategi Fiskal Jaga Subsidi BBM

Rabu, 21 Okt 2026 - 10:00 WIB