10 Negara Paling Aman dari Risiko Bencana Alam

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsep kota spons menyerap air hujan untuk mencegah banjir dan kekeringan

Konsep kota spons menyerap air hujan untuk mencegah banjir dan kekeringan

Jakarta, iNBrita.com – Setiap tahun, jutaan orang di seluruh dunia terdampak bencana alam seperti banjir, badai, gempa bumi, dan kekeringan. Namun, risiko bencana tidak merata di semua negara. Laporan terbaru WorldRiskIndex 2025 mengungkap 10 negara paling aman untuk ditinggali jika terjadi bencana alam.

Data dari DevelopmentAid menunjukkan bahwa negara-negara dengan infrastruktur kuat, tata kota rapi, dan sistem mitigasi bencana yang baik cenderung menghadapi risiko lebih rendah. Menariknya, negara-negara kecil di Eropa dan Timur Tengah mendominasi daftar ini.

Cara Dunia Mengukur Risiko Bencana Alam

WorldRiskReport (WRR) yang disusun oleh Bündnis Entwicklung Hilft bersama Institute for International Law of Peace and Armed Conflict (IFHV) menilai 193 negara anggota PBB berdasarkan lima komponen: paparan (exposure), kerentanan (vulnerability), kerentanan sosial (susceptibility), kemampuan menghadapi (coping capacities), dan kemampuan beradaptasi (adaptive capacities).

Kelima aspek ini menentukan kemungkinan suatu negara mengalami bencana dan seberapa siap negara itu menanganinya. Laporan WRR 2025 menunjukkan bahwa Asia dan Amerika masih memiliki risiko bencana tertinggi. Afrika bahkan menjadi benua paling rentan, karena lebih dari 80% wilayahnya masuk kategori “risiko tinggi” atau “sangat tinggi.”

Di sisi lain, negara-negara Eropa dan Teluk Persia termasuk yang paling aman. Letak geografis yang stabil, pembangunan infrastruktur yang baik, dan sistem mitigasi bencana yang kuat membuat wilayah ini relatif aman. “Risiko bencana tidak hanya berasal dari kekuatan alam, tetapi juga dari kesiapan manusia dalam menanganinya,” tulis laporan WRR 2025.

Baca Juga :  5 Minuman Herbal Diet Alami Bantu Turunkan Berat

10 Negara Paling Aman dari Risiko Bencana Alam

Berikut daftar 10 negara dengan risiko bencana alam terendah menurut WorldRiskIndex 2025:

  1. Monaco (WRI 0.18) – Negara terkecil di dunia ini paling aman. Terletak di antara Pegunungan Alpen dan Laut Mediterania, Monaco terlindung dari gempa besar, badai, maupun tsunami. Sistem drainasenya efisien dan aturan bangunan tahan gempa ketat.

  2. Andorra (WRI 0.29) – Andorra aman dari gempa besar dan banjir, meski pegunungan di sekitarnya tetap berisiko longsor.

  3. San Marino (WRI 0.35) – Lokasinya di tengah Italia menjauhkan negara ini dari pantai dan zona seismik aktif, sehingga risiko bencana alam sangat rendah.

  4. Luxembourg (WRI 0.57) – Minim paparan bencana, dengan infrastruktur tangguh dan sistem adaptasi iklim yang baik.

  5. São Tomé dan Príncipe (WRI 0.61) – Negara kepulauan di Teluk Guinea ini relatif aman dari gempa dan badai besar, meski banjir pesisir dan kenaikan permukaan laut masih menjadi perhatian.

  6. Singapura (WRI 0.67) – Meski padat penduduk, Singapura aman karena berada di wilayah nonseismik dan memiliki sistem mitigasi bencana canggih.

  7. Liechtenstein (WRI 0.68) – Terlindung dari bencana besar, kecuali risiko kecil seperti longsor atau salju longsor.

  8. Belarus (WRI 0.72) – Letak geografisnya yang jauh dari laut dan jalur gempa membuat negara ini aman dari tsunami dan gempa besar.

  9. Bahrain (WRI 0.87) – Pulau kecil di Teluk Persia ini memiliki risiko rendah terhadap banjir dan kenaikan permukaan laut, didukung oleh infrastruktur yang kuat.

  10. Qatar (WRI 0.88) – Kondisi geografis datar dan stabil membuat Qatar nyaris bebas dari bencana besar seperti gempa atau badai tropis.

Baca Juga :  Kemegahan Gunung Taygetus Terekam Drone dari Yunani

Upaya Global Mencegah Risiko Bencana Alam

WorldRiskReport 2025 juga menyoroti strategi global untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana. Laporan ini menekankan pentingnya pendekatan jangka panjang dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Beberapa langkah utama meliputi:

  1. Perkuat Tata Kelola dan Kesiapsiagaan Lokal
    Negara membangun sistem hukum dan kelembagaan yang jelas di tingkat daerah agar penanganan bencana cepat dan tepat. Pemerintah dapat membentuk pusat kompetensi regional untuk berbagi data dan pengalaman terkait risiko bencana.

  2. Manfaatkan Teknologi Canggih untuk Pemantauan
    Pengembangan data lintas negara dengan akses real-time, citra satelit, dan sistem peringatan dini berbasis AI membantu mendeteksi potensi bencana lebih cepat dan akurat.

  3. Terapkan Solusi Berbasis Alam
    Negara memperluas hutan bakau, lahan basah, dan taman kota untuk menahan air hujan, mencegah banjir, dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

  4. Bangun Kota “Spons”
    Konsep sponge city menyerap dan menyimpan air hujan dengan infrastruktur hijau, seperti taman dan jalur air alami, sehingga kota mampu mencegah banjir dan kekeringan.    (Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik
BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh
Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua
Pembatasan Pertalite Segera Berlaku, Cek Kriteria Penerimanya
Polusi Udara Kalteng Picu Puluhan Ribu Kasus ISPA
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Ini Aturan Terbarunya
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Freeport Terus Perkuat Gizi Siswa Sekolah Asrama Papua

Berita Terbaru

Ilustrasi bansos. (Antara/Aswaddy Hamid)

Ekonomi

Cek BPNT Agustus 2026 Lewat HP, Begini Caranya

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi tabung LPG 3 kg yang menjadi perhatian pemerintah untuk penyaluran subsidi tepat sasaran.(Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Ekonomi

ESDM Perketat LPG 3 Kg, Cek Kriteria Penerima Subsidi

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:00 WIB

Penjualan motor listrik di Indonesia melambat hingga Agustus 2026.(Foto : Dok. Alva)

Ekonomi

Penjualan Motor Listrik 2026 Anjlok, Ini Penyebabnya

Rabu, 26 Agu 2026 - 18:00 WIB

Program Molinas ditargetkan mendorong industri motor listrik nasional dan menciptakan nilai ekonomi Rp150 triliun.(FOTO : TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN)

Nasional

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:00 WIB

Personel Polres Kerinci dan Polsek Sungai Penuh membagikan masker gratis kepada pengendara, Rabu (26/8/2026).

KERINCI

Peduli Kesehatan, Polres Kerinci Bagikan 700 Masker Gratis

Rabu, 26 Agu 2026 - 14:00 WIB