Badan Geologi Jelaskan Amblesan Tanah di Limapuluh Kota

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)

Warga melihat dari jauh sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumbar. (Antara/Fandi Yogari)

iNBrita.com — Sebuah lubang berukuran besar tiba-tiba muncul di lahan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Kejadian amblesan tanah ini langsung menarik perhatian warga setempat. Lubang tersebut berdiameter lebar dan muncul tanpa tanda longsor besar di permukaan tanah.

Badan Geologi Lakukan Kajian Lapangan

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera turun ke lokasi. Tim melakukan kajian lapangan untuk mengetahui penyebab amblesan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kejadian ini tidak terkait runtuhan batu gamping. Sinkhole ini berbeda dengan kasus yang umum terjadi di wilayah karst.

Laporan Diterima Awal Januari 2026

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan pihaknya menerima laporan pada 4 Januari 2026. Saat meninjau lokasi, tim menemukan lubang berdiameter sekitar 20 meter. Kedalamannya mencapai kurang lebih 15 meter. Lubang tersebut berada di lahan pertanian milik warga.

Baca Juga :  Bareskrim Gerebek Jaringan Pinjol Ilegal di Indonesia

Erosi Bawah Permukaan Jadi Penyebab Utama

Tim Badan Geologi menyimpulkan amblesan terjadi akibat erosi bawah permukaan atau piping. Aliran air di dalam tanah mengikis material secara perlahan. Proses ini membentuk rongga dan melemahkan lapisan tanah di atasnya. Karena berlangsung bertahap, amblesan tidak memicu runtuhan besar secara tiba-tiba.

Kondisi Geologi Mendukung Terbentuknya Rongga

Dari hasil kajian geologi, lokasi amblesan berada di atas lapukan batuan vulkanik. Material tersebut berupa tuf batu apung bertekstur halus dan mengandung mineral lempung. Di bawahnya terdapat batuan gamping malihan yang bersifat kedap air. Lapisan ini menahan aliran air dan memaksanya bergerak menyamping. Aliran tersebut terus menggerus tanah hingga terbentuk rongga bawah permukaan.

Curah Hujan Tinggi Percepat Proses Amblesan

Curah hujan yang tinggi ikut mempercepat proses amblesan. Wilayah tersebut mencatat intensitas hujan sekitar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun. Air hujan masuk melalui rekahan tanah dan memperbesar rongga di bawah permukaan.

Baca Juga :  Harga Emas dan Ayam Dorong Inflasi Sumbar

Warga Diminta Waspada Retakan Tanah

Badan Geologi menjelaskan amblesan biasanya diawali oleh retakan kecil di permukaan tanah. Retakan ini menjadi jalur masuk air. Proses pengikisan pun berlangsung lebih cepat hingga tanah runtuh. Fenomena serupa berpotensi terjadi di lahan lain dengan kondisi geologi serupa, terutama di area dengan sistem drainase yang buruk.

Lubang Bisa Dimanfaatkan sebagai Tampungan Air

Meski demikian, Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan waspada. Warga diminta segera melapor jika menemukan retakan yang membesar. Sebagai tindak lanjut, Badan Geologi merekomendasikan pemanfaatan lubang amblesan sebagai tampungan air. Namun, warga perlu memasang pagar atau pengaman untuk mencegah kecelakaan.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Tutup 833 Dapur MBG Karena Pelanggaran Serius
BGN Pecat 261 Pegawai Bermasalah, Ini Faktanya
Hotman Paris Mundur Bela Febrie Demi Fokus Jalani Pengobatan
Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026
Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026
Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran
Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah
Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:00 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Karena Pelanggaran Serius

Senin, 27 Juli 2026 - 17:00 WIB

BGN Pecat 261 Pegawai Bermasalah, Ini Faktanya

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:00 WIB

Hotman Paris Mundur Bela Febrie Demi Fokus Jalani Pengobatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Berita Terbaru

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang bersama warga menanam bibit pohon pelindung di kawasan Pemandian Sedingin Salju, Desa Koto Periang, Kerinci.(Foto :Dok. KKN UNP Koto Periang)

Pendidikan

Aksi Mahasiswa UNP Hijaukan Wisata Koto Periang Kerinci

Kamis, 6 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (6/8/2026).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik di Pegadaian

Kamis, 6 Agu 2026 - 09:00 WIB

Daftar rating drama Korea terbaru periode 29 Juli–4 Agustus 2026 berdasarkan Nielsen Korea.(Foto: dok. KBS2/JTBC/MBC/tvN)

Entertainment

Rating Drama Korea Terbaru Pekan Ini, Siapa Teratas

Rabu, 5 Agu 2026 - 19:00 WIB

Pergerakan harga emas dunia menguat seiring turunnya harga minyak dan meredanya tekanan inflasi global.(Foto: Pexels/Michael Steinberg)

Ekonomi

Harga Emas Naik Dipicu Minyak Turun Tajam

Rabu, 5 Agu 2026 - 10:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB