Home / Nasional

Senin, 12 Januari 2026 - 18:00 WIB

Oditur Tuntut Hukuman Mati Prajurit TNI Pembunuh Istri

Oditur Militer Letkol Sunardi membacakan tuntutan hukuman mati terhadap Serma TDA dalam sidang di Pengadilan Militer I-02 Medan, Senin (12/1/2026).

Oditur Militer Letkol Sunardi membacakan tuntutan hukuman mati terhadap Serma TDA dalam sidang di Pengadilan Militer I-02 Medan, Senin (12/1/2026).

Medan, iNBrita.comOditur Militer menuntut hukuman mati terhadap anggota TNI berinisial Serma TDA, terdakwa kasus pembunuhan istrinya A (34) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Oditur membacakan tuntutan tersebut dalam sidang lanjutan di Pengadilan Militer I-02 Medan, Senin (12/1/2026).

Dalam persidangan, Letkol Sunardi selaku Oditur Militer menegaskan bahwa Serma TDA terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana. Ia menyatakan seluruh rangkaian perbuatan terdakwa memenuhi unsur Pasal 340 KUHP juncto Pasal 459 juncto Pasal 618 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang KUHP. Sunardi menilai terdakwa melakukan perbuatan tersebut dengan kesadaran penuh dan perencanaan matang.

Baca juga :   ASN Gunakan Aplikasi Digital Pindah ke IKN

Sunardi menjelaskan bahwa fakta-fakta persidangan, keterangan saksi, serta alat bukti yang dihadirkan menguatkan dakwaan oditur. Berdasarkan hal itu, Oditur Militer meminta majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan pidana pokok berupa hukuman mati.

Oditur Militer menyebut terdakwa dengan identitas Sersan Mayor Tengku Dian, NRP 2109025284 0988, yang bertugas di Mako Denmadam I/Bukit Barisan. Ia menegaskan bahwa terdakwa secara sadar dan terencana telah menghilangkan nyawa korban yang merupakan istrinya sendiri.

Menurut Oditur, terdakwa tidak memiliki alasan pembenar maupun pemaaf atas tindakannya. Ia menyatakan bahwa Serma TDA melakukan pembunuhan karena tidak mampu mengendalikan emosi terhadap korban. Motif tersebut, kata Oditur, tidak dapat membenarkan perbuatan keji yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Baca juga :   Kebakaran Terjadi di Rumah Sakit Hermina Bekasi

Dalam tuntutannya, Oditur Militer juga mengungkap sejumlah hal yang memberatkan, antara lain status terdakwa sebagai prajurit TNI yang seharusnya melindungi keluarga dan menjadi teladan bagi masyarakat. Sebaliknya, Oditur menegaskan tidak menemukan satu pun hal yang meringankan bagi terdakwa dalam perkara ini.

Sidang akan berlanjut dengan agenda pembelaan dari terdakwa atau penasihat hukumnya sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan.

(Ven*)

Berita ini 10 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Polisi selidiki kebakaran rumah Hakim PN Medan Khamozaro Waruwu

Nasional

Komisi Yudisial Selidiki Kebakaran Rumah Hakim
Kerusakan ringan akibat gempa magnitudo 7,5 di timur laut Jepang, termasuk rumah warga, kaca pecah dan dinding retak.

Nasional

Warga China di Jepang Diminta Waspada Gempa Besar
Ruang kelas sekolah dengan meja dan kursi kosong menjelang masuk sekolah 2026

Nasional

Jadwal Masuk Sekolah Jakarta dan Libur 2026

Nasional

Purnawirawan TNI Minta Gibran Dicopot ,Jokowi : Usulan Boleh Saja

Nasional

Mediasi Ijazah Gagal, Jokowi Tegas Tolak Jalan Damai
Logo TikTok di layar ponsel,

Nasional

Komdigi Bekukan TDPSE TikTok Terkait Aktivitas Judi Online
BI, Nilai tukar Dolar AS versus rupiah

Nasional

Rupiah Tertekan, BI Ambil Langkah Stabilitas Cepat
Ilustrasi pecahan uang rupiah kertas berbagai nominal yang dicabut Bank Indonesia dari peredaran.

Nasional

Bank Indonesia Umumkan Daftar Uang Rupiah yang Dicabut Resmi