BANDUNG , iNBrita.com – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menghadiri silaturahmi bersama komunitas Kanti Lamo (KL) di Grand Asrilia Hotel, Bandung, Sabtu (10/1). Reuni Akbar Kanti Lamo ke-14 ini menarik perhatian perantauan asal Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang menetap di berbagai daerah, baik di dalam maupun luar negeri.
Acara reuni berlangsung meriah. Para tokoh masyarakat, pejabat, dan tokoh adat hadir memeriahkan kegiatan. Selain itu, hiburan yang ditampilkan membuat suasana semakin hangat. Kehadiran semua pihak memperkuat ikatan kekeluargaan antarperantau.
Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menegaskan bahwa reuni ini bukan sekadar ajang berkumpul. Reuni ini menjadi momen penting untuk memperkuat identitas budaya masyarakat suku Kerinci. Selain itu, kegiatan ini mempererat persaudaraan antarperantau. Ia mendorong peserta untuk menyatukan gagasan dan potensi demi kemajuan daerah.
“Reuni Akbar Kanti Lamo menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat identitas budaya, dan membuka peluang bagi perantau untuk berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujar Alfin.
Selain itu, Alfin meminta para perantau aktif berpartisipasi dalam pembangunan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Mereka bisa mendukung melalui sektor ekonomi, sosial, pendidikan, atau investasi usaha yang memberi manfaat nyata bagi kampung halaman.
Reuni ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan inspirasi. Para perantau sukses membagikan gagasan mereka, sehingga generasi muda termotivasi ikut berkontribusi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga mendorong kolaborasi nyata untuk kemajuan daerah.
Acara ditutup dengan harapan agar tali silaturahmi tetap terjaga. Wali Kota menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kontribusi nyata agar kesejahteraan masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh meningkat.
Dengan menekankan kolaborasi, inovasi, dan dukungan perantau, Reuni Akbar Kanti Lamo ke-14 menjadi momentum penting yang menunjukkan bahwa kebersamaan dapat mendorong pembangunan sekaligus melestarikan budaya.
(vvr)











