Berau, iNBrita.com — Pulau Maratua di Kabupaten Berau terus menarik perhatian sebagai destinasi bahari yang hampir selalu masuk daftar impian para traveler. Pulau ini menyuguhkan laut yang sangat jernih, terumbu karang yang eksotis, serta budaya lokal yang masih terjaga dengan baik. Oleh karena itu, perpaduan unsur alam dan budaya tersebut menciptakan pesona yang kuat dan sulit dilupakan.
Secara geografis, Pulau Maratua berada di Kalimantan Timur dan termasuk salah satu pulau terluar Indonesia. Selain itu, pulau ini berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Dengan letak yang strategis tersebut, Maratua memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa sekaligus bernilai penting secara kawasan.
Pulau Maratua membentang dengan luas daratan sekitar 384 kilometer persegi dan wilayah perairan mencapai 3.735 kilometer persegi. Hingga saat ini, sekitar 5.000 penduduk menetap di pulau ini. Sebagian besar masyarakat berasal dari Suku Bajo yang dikenal sebagai komunitas pesisir dan pelaut ulung yang sangat bergantung pada laut.
Destinasi Menakjubkan dan Daya Tarik Pulau Maratua
Sejumlah sumber mencatat bahwa Pulau Maratua menyimpan berbagai destinasi menarik yang layak dijelajahi wisatawan. Setiap sudut pulau ini menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari wisata bahari hingga budaya lokal.
1. Spot Diving dan Snorkeling Kelas Dunia
Pulau Maratua dikenal luas sebagai salah satu destinasi diving dan snorkeling terbaik di Indonesia, bahkan di tingkat dunia. Pasalnya, perairan Maratua berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia yang memiliki keanekaragaman hayati laut sangat tinggi dan masih terjaga.
Selain itu, wisatawan kerap mengunjungi sejumlah spot populer seperti Jetty Dive, Mid Reef, Eel Garden, dan Turtle Traffic. Di lokasi-lokasi tersebut, penyelam dapat menyaksikan terumbu karang berwarna-warni, ikan karang dari berbagai ukuran, hingga biota laut yang unik. Ditambah lagi, kejernihan air laut serta arus yang relatif tenang membuat aktivitas snorkeling terasa aman dan nyaman, termasuk bagi pemula.
2. Pantai Pasir Putih dan Laut Biru Jernih
Tidak hanya unggul di bawah laut, Pulau Maratua juga memikat wisatawan melalui deretan pantai berpasir putih yang halus. Misalnya, pantai di Desa Payung-Payung dan Bohesilian sering menjadi pilihan untuk bersantai, berenang, maupun menikmati panorama laut biru toska.
Lebih jauh, air laut yang sangat jernih memungkinkan wisatawan melihat ikan kecil berenang di sekitar tepi pantai. Sementara itu, pada pagi dan sore hari, matahari terbit dan terbenam menghadirkan pemandangan eksotis yang menciptakan suasana tenang dan menenangkan.
3. Gua Alam yang Unik dan Menawan
Di samping wisata laut, Maratua juga menawarkan keindahan gua-gua alami. Salah satunya, Gua Halo Tabung yang dikenal luas oleh wisatawan. Gua ini menyimpan kolam air payau yang jernih dan dikelilingi dinding batu kapur yang menjulang tinggi. Ketika cahaya matahari masuk melalui celah gua, pantulan cahaya menciptakan pemandangan yang sangat indah di permukaan air.
Selain itu, wisatawan dapat menjelajahi Gua Gumantung yang menawarkan sensasi petualangan ringan. Dengan suasana yang tenang dan alami, gua ini membuat pengunjung merasa lebih dekat dan menyatu dengan alam.
4. Desa Wisata dengan Budaya yang Kuat
Pulau Maratua juga memperkaya pengalaman wisata melalui keberadaan desa-desa wisata, seperti Desa Wisata Bohesilian dan Desa Wisata Payung-Payung. Berdasarkan data dari Jejaring Desa Wisata (Jadesta), desa-desa ini menampilkan kehidupan masyarakat pesisir yang masih mempertahankan budaya lokal secara kuat.
Sebagai desa tertua di Maratua, Desa Wisata Bohesilian berperan sebagai pusat budaya, kerajinan, dan pengembangan homestay. Sementara itu, Desa Wisata Payung-Payung berkembang sebagai desa wisata bahari sekaligus pintu masuk untuk mengenal budaya Suku Bajo.
Di desa-desa ini, wisatawan dapat menyaksikan secara langsung kehidupan masyarakat Suku Bajo yang bergantung pada laut. Mulai dari aktivitas nelayan, pembuatan perahu, hingga pengolahan kuliner khas berbahan hasil laut segar, semuanya menjadi daya tarik tersendiri.
5. Habitat Beragam Biota Laut
Pulau Maratua berperan sebagai habitat penting bagi berbagai biota laut yang dilindungi. Penyu hijau dan penyu sisik, misalnya, menjadikan Maratua sebagai lokasi utama untuk bertelur. Pada waktu tertentu, wisatawan bahkan dapat menyaksikan proses penetasan telur hingga pelepasan tukik ke laut.
Tidak hanya itu, perairan Maratua juga menjadi rumah bagi hiu karang yang jinak, pari manta, ubur-ubur tanpa sengat, moluska, serta beragam jenis ikan karang. Oleh sebab itu, kekayaan biota laut ini menjadikan Maratua sebagai destinasi wisata sekaligus kawasan konservasi laut yang penting.
6. Kawasan Ekowisata Berkelanjutan
Seiring perkembangannya, Pulau Maratua tumbuh sebagai kawasan ekowisata yang menekankan keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian alam. Konsep ini secara aktif melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata dan konservasi lingkungan.
Dalam praktiknya, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Komunitas Maratua Peduli Lingkungan (KMPL) terus menjalankan berbagai program pelestarian terumbu karang serta menjaga kebersihan pantai dari sampah laut. Dengan demikian, upaya ini mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan tanpa mengorbankan ekosistem laut.
Hasilnya, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Maratua terus meningkat. Meski demikian, kelestarian alam pulau ini tetap terjaga dengan baik.
Cara Menuju Pulau Maratua
Untuk mencapai Pulau Maratua, wisatawan dapat memilih jalur udara maupun jalur laut sesuai dengan kebutuhan dan titik keberangkatan.
1. Akses Udara
Wisatawan dapat memanfaatkan penerbangan perintis yang melayani rute menuju Bandara Maratua. Saat ini, penerbangan tersedia dari sejumlah bandara, antara lain Bandara APT Pranoto Samarinda, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Kalimarau Berau, serta Bandara Juwata Tarakan.
2. Akses Laut
Selain jalur udara, wisatawan juga dapat menempuh perjalanan melalui laut. Dari Tarakan, perjalanan dimulai dari Pelabuhan Tengkayu dengan menggunakan kapal cepat selama sekitar 3,5 jam.
Sementara itu, dari Berau, wisatawan dapat berangkat dari Dermaga Sanggam di Tanjung Redeb dengan waktu tempuh sekitar 3 jam menggunakan speedboat. Sebagai alternatif, wisatawan juga dapat berangkat dari Pelabuhan Tanjung Batu dengan waktu perjalanan lebih singkat, yakni sekitar 1 jam menuju Pulau Maratua.
(Tim*)









