Pesona Pulau Maratua Surga Bahari Eksotis Kalimantan Timur

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keindahan Pulau Maratua di Kabupaten Berau menampilkan laut biru jernih dan hamparan terumbu karang yang memikat wisatawan.

Keindahan Pulau Maratua di Kabupaten Berau menampilkan laut biru jernih dan hamparan terumbu karang yang memikat wisatawan.

Berau, iNBrita.comPulau Maratua di Kabupaten Berau terus menarik perhatian sebagai destinasi bahari yang hampir selalu masuk daftar impian para traveler. Pulau ini menyuguhkan laut yang sangat jernih, terumbu karang yang eksotis, serta budaya lokal yang masih terjaga dengan baik. Oleh karena itu, perpaduan unsur alam dan budaya tersebut menciptakan pesona yang kuat dan sulit dilupakan.

Secara geografis, Pulau Maratua berada di Kalimantan Timur dan termasuk salah satu pulau terluar Indonesia. Selain itu, pulau ini berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Dengan letak yang strategis tersebut, Maratua memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa sekaligus bernilai penting secara kawasan.

Pulau Maratua membentang dengan luas daratan sekitar 384 kilometer persegi dan wilayah perairan mencapai 3.735 kilometer persegi. Hingga saat ini, sekitar 5.000 penduduk menetap di pulau ini. Sebagian besar masyarakat berasal dari Suku Bajo yang dikenal sebagai komunitas pesisir dan pelaut ulung yang sangat bergantung pada laut.

Destinasi Menakjubkan dan Daya Tarik Pulau Maratua

Sejumlah sumber mencatat bahwa Pulau Maratua menyimpan berbagai destinasi menarik yang layak dijelajahi wisatawan. Setiap sudut pulau ini menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari wisata bahari hingga budaya lokal.

1. Spot Diving dan Snorkeling Kelas Dunia

Pulau Maratua dikenal luas sebagai salah satu destinasi diving dan snorkeling terbaik di Indonesia, bahkan di tingkat dunia. Pasalnya, perairan Maratua berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia yang memiliki keanekaragaman hayati laut sangat tinggi dan masih terjaga.

Selain itu, wisatawan kerap mengunjungi sejumlah spot populer seperti Jetty Dive, Mid Reef, Eel Garden, dan Turtle Traffic. Di lokasi-lokasi tersebut, penyelam dapat menyaksikan terumbu karang berwarna-warni, ikan karang dari berbagai ukuran, hingga biota laut yang unik. Ditambah lagi, kejernihan air laut serta arus yang relatif tenang membuat aktivitas snorkeling terasa aman dan nyaman, termasuk bagi pemula.

2. Pantai Pasir Putih dan Laut Biru Jernih

Tidak hanya unggul di bawah laut, Pulau Maratua juga memikat wisatawan melalui deretan pantai berpasir putih yang halus. Misalnya, pantai di Desa Payung-Payung dan Bohesilian sering menjadi pilihan untuk bersantai, berenang, maupun menikmati panorama laut biru toska.

Baca Juga :  Hardizal, S.Sos., MH : Perlu Terus Memupuk Semangat Gotong royong

Lebih jauh, air laut yang sangat jernih memungkinkan wisatawan melihat ikan kecil berenang di sekitar tepi pantai. Sementara itu, pada pagi dan sore hari, matahari terbit dan terbenam menghadirkan pemandangan eksotis yang menciptakan suasana tenang dan menenangkan.

3. Gua Alam yang Unik dan Menawan

Di samping wisata laut, Maratua juga menawarkan keindahan gua-gua alami. Salah satunya, Gua Halo Tabung yang dikenal luas oleh wisatawan. Gua ini menyimpan kolam air payau yang jernih dan dikelilingi dinding batu kapur yang menjulang tinggi. Ketika cahaya matahari masuk melalui celah gua, pantulan cahaya menciptakan pemandangan yang sangat indah di permukaan air.

Selain itu, wisatawan dapat menjelajahi Gua Gumantung yang menawarkan sensasi petualangan ringan. Dengan suasana yang tenang dan alami, gua ini membuat pengunjung merasa lebih dekat dan menyatu dengan alam.

4. Desa Wisata dengan Budaya yang Kuat

Pulau Maratua juga memperkaya pengalaman wisata melalui keberadaan desa-desa wisata, seperti Desa Wisata Bohesilian dan Desa Wisata Payung-Payung. Berdasarkan data dari Jejaring Desa Wisata (Jadesta), desa-desa ini menampilkan kehidupan masyarakat pesisir yang masih mempertahankan budaya lokal secara kuat.

Sebagai desa tertua di Maratua, Desa Wisata Bohesilian berperan sebagai pusat budaya, kerajinan, dan pengembangan homestay. Sementara itu, Desa Wisata Payung-Payung berkembang sebagai desa wisata bahari sekaligus pintu masuk untuk mengenal budaya Suku Bajo.

Di desa-desa ini, wisatawan dapat menyaksikan secara langsung kehidupan masyarakat Suku Bajo yang bergantung pada laut. Mulai dari aktivitas nelayan, pembuatan perahu, hingga pengolahan kuliner khas berbahan hasil laut segar, semuanya menjadi daya tarik tersendiri.

5. Habitat Beragam Biota Laut

Pulau Maratua berperan sebagai habitat penting bagi berbagai biota laut yang dilindungi. Penyu hijau dan penyu sisik, misalnya, menjadikan Maratua sebagai lokasi utama untuk bertelur. Pada waktu tertentu, wisatawan bahkan dapat menyaksikan proses penetasan telur hingga pelepasan tukik ke laut.

Baca Juga :  Liburan Nasional Mei 2025,Cek Kalender!

Tidak hanya itu, perairan Maratua juga menjadi rumah bagi hiu karang yang jinak, pari manta, ubur-ubur tanpa sengat, moluska, serta beragam jenis ikan karang. Oleh sebab itu, kekayaan biota laut ini menjadikan Maratua sebagai destinasi wisata sekaligus kawasan konservasi laut yang penting.

6. Kawasan Ekowisata Berkelanjutan

Seiring perkembangannya, Pulau Maratua tumbuh sebagai kawasan ekowisata yang menekankan keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian alam. Konsep ini secara aktif melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata dan konservasi lingkungan.

Dalam praktiknya, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Komunitas Maratua Peduli Lingkungan (KMPL) terus menjalankan berbagai program pelestarian terumbu karang serta menjaga kebersihan pantai dari sampah laut. Dengan demikian, upaya ini mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan tanpa mengorbankan ekosistem laut.

Hasilnya, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Maratua terus meningkat. Meski demikian, kelestarian alam pulau ini tetap terjaga dengan baik.

Cara Menuju Pulau Maratua

Untuk mencapai Pulau Maratua, wisatawan dapat memilih jalur udara maupun jalur laut sesuai dengan kebutuhan dan titik keberangkatan.

1. Akses Udara

Wisatawan dapat memanfaatkan penerbangan perintis yang melayani rute menuju Bandara Maratua. Saat ini, penerbangan tersedia dari sejumlah bandara, antara lain Bandara APT Pranoto Samarinda, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Kalimarau Berau, serta Bandara Juwata Tarakan.

2. Akses Laut

Selain jalur udara, wisatawan juga dapat menempuh perjalanan melalui laut. Dari Tarakan, perjalanan dimulai dari Pelabuhan Tengkayu dengan menggunakan kapal cepat selama sekitar 3,5 jam.

Sementara itu, dari Berau, wisatawan dapat berangkat dari Dermaga Sanggam di Tanjung Redeb dengan waktu tempuh sekitar 3 jam menggunakan speedboat. Sebagai alternatif, wisatawan juga dapat berangkat dari Pelabuhan Tanjung Batu dengan waktu perjalanan lebih singkat, yakni sekitar 1 jam menuju Pulau Maratua.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

InJourney Airports Hadirkan Hiburan Keluarga Saat Libur Sekolah.
Jepang Siapkan Pajak Baru untuk Wisatawan Asing
Festival Budaya Indonesia yang Lestari dan Mendunia
Batik Air Buka Penerbangan Langsung Jakarta–Muara Bungo
Italia Kuasai Daftar Kedai Kopi Paling Unik Dunia
Pariwisata Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026
Ubud Bali Dari Desa Sunyi Jadi Ikon Dunia
Wisata Musim Semi Korea Selatan Favorit Turis Indonesia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

InJourney Airports Hadirkan Hiburan Keluarga Saat Libur Sekolah.

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:00 WIB

Jepang Siapkan Pajak Baru untuk Wisatawan Asing

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:00 WIB

Festival Budaya Indonesia yang Lestari dan Mendunia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:00 WIB

Batik Air Buka Penerbangan Langsung Jakarta–Muara Bungo

Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:00 WIB

Italia Kuasai Daftar Kedai Kopi Paling Unik Dunia

Berita Terbaru

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. mendampingi Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh, Kamis (18/6/2026).

Pendidikan

Alfin Dampingi Wagub Pantau SPMB di SMAN 2

Kamis, 18 Jun 2026 - 18:00 WIB

Cristiano Ronaldo dinilai membuat permainan Timnas Portugal menjadi tidak wajar. (Foto: Getty Images/Alex Slitz)

Internasional

Cristiano Ronaldo Disorot Usai Portugal Ditahan Kongo Imbang

Kamis, 18 Jun 2026 - 17:00 WIB

Wako Sungai Penuh Alfin menghadiri dan memberikan sambutan pada Wisuda XII IAIN Kerinci di Aula Digital Perpustakaan IAIN Kerinci, Kamis (18 Juni 2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Wisudawan IAIN Bersaing di Era Digital

Kamis, 18 Jun 2026 - 15:00 WIB

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, menyampaikan sambutan pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Angkatan XII, Kamis (18/6/2026).

Pendidikan

Wisuda 538 Lulusan, IAIN Kerinci Buka Program Doktor

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:00 WIB