Sarapan Sehat: Rebusan vs Tradisional Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarapan sehat dengan rebusan dan kukusan, rendah kalori dan lemak

Sarapan sehat dengan rebusan dan kukusan, rendah kalori dan lemak

Jakarta, iNBrita.com – Belakangan, anak muda semakin menyukai sarapan sehat dengan rebusan dan kukusan, seperti ubi, singkong, kentang, atau pisang kukus. Mereka memilih menu ini sebagai alternatif sarapan berat yang biasanya digoreng atau menggunakan santan.

Namun, pertanyaannya, apakah menu rebusan dan kukusan benar-benar lebih bergizi dibandingkan sarapan tradisional seperti bubur ayam atau nasi uduk, yang sudah menjadi favorit banyak orang Indonesia?

Keunggulan Rebusan dan Kukusan

Menurut spesialis gizi klinik, dr. Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, sarapan rebusan atau kukusan lebih sehat karena menggunakan sedikit minyak dan lemak tambahan. Selain itu, proses pengolahan ini menekan kalori dan mencegah terbentuknya lemak trans yang muncul dari gorengan.

Meski demikian, dr. Ardian menekankan bahwa bubur ayam, lontong sayur, atau nasi uduk tetap enak dan bergizi, memberi energi cepat, serta protein dari ayam, lontong, atau nasi dengan topping.

Konsumsi Moderat Tetap Aman

Namun, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi besar, tambahan minyak, santan, atau topping seperti kerupuk dan cakwe dapat meningkatkan kalori dan lemak jenuh.

Baca Juga :  Daftar Operasi yang Ditanggung Program BPJS Kesehatan Nasional

Dengan porsi moderat (satu-dua kali seminggu), sarapan tradisional tetap aman sebagai variasi. Bagi yang menjaga berat badan, memiliki diabetes, atau kolesterol tinggi, menu rebusan dan kukusan menjadi pilihan lebih aman karena rendah kalori, rendah lemak jenuh, dan tetap mempertahankan nutrisi alami.

Perbandingan Nilai Gizi Rebusan dan Kukusan

Berikut nilai gizi per 100 gram atau porsi standar:

Ubi rebus: 86 kkal, 0,1 g lemak, 20 g karbohidrat kompleks, 1,6 g protein, 3 g serat, tinggi kalium, vitamin A & C.
Singkong rebus: 160 kkal, 0,3 g lemak, 38 g karbohidrat, 1,4 g protein, 2 g serat, tinggi vitamin C & kalium.
Kentang rebus: 87 kkal, 0,1 g lemak, 20 g karbohidrat, 1,8 g protein, 2 g serat, kaya vitamin B6 & kalium.
Pisang rebus: 89 kkal, 0,3 g lemak, 23 g karbohidrat, 1,1 g protein, 2-3 g serat, tinggi kalium & vitamin B6; pisang hijau mengandung pati resisten.

Tips dari dr. Ardian: ikuti pedoman “Isi Piringku” – 1/3 piring karbohidrat, 1/3 protein, 1/2 sayur-buah.

Perbandingan Sarapan Tradisional

Bubur ayam: 300-400 kkal, 35-40 g karbohidrat, 5-12 g lemak, 10-27 g protein. Tambahan cakwe/bawang goreng bisa naik hingga 500 kkal. Serat rendah jika tanpa sayur.

Baca Juga :  Pantangan Gula Darah Tinggi Menurut Dokter Endokrinologi

Lontong sayur: 300-350 kkal, 45-50 g karbohidrat, 8-15 g lemak, 8-10 g protein. Santan membuat lemak jenuh tinggi, tapi sayur kaya vitamin & serat.

Nasi uduk: 300-400 kkal, 45-50 g karbohidrat, 10-12 g lemak, 6-8 g protein. Porsi besar atau lauk goreng bisa menaikkan kalori hingga 450 kkal.Kesimpulan

Dari sisi makronutrien, rebusan lebih rendah kalori (80-160 kkal/100 g) dan lemak (<0,5 g). Sarapan umum mengandung 300-400 kkal/porsi dengan lemak 8-15 g karena santan/minyak. Rebusan fokus pada serat 2-3 g/100 g dan vitamin C & A tinggi antioksidan, menjadikannya pilihan sehat untuk sarapan sehari-hari.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB