Jakarta , iNBrita.com — Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyoroti kebiasaan warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Malaysia, khususnya Penang, menjadi tujuan utama masyarakat.
Irma menyampaikan bahwa pasien asal Indonesia mendominasi rumah sakit di Penang. Dari pengamatannya langsung, warga Indonesia mengisi sekitar 80 persen pasien di rumah sakit wilayah tersebut.
“Saya datang langsung ke sana. Rumah sakit di Penang memberikan pelayanan yang tertib, ramah, dan profesional. Biayanya juga relatif terjangkau,” ujar Irma, mengutip Parlementaria, Rabu (28/1/2026).
Irma menilai dokter-dokter Indonesia memiliki kemampuan medis yang setara dengan tenaga kesehatan luar negeri. Namun, ia mengkritik sikap pelayanan sebagian tenaga medis di dalam negeri yang dinilai kurang ramah dan komunikatif.
Ia mengingatkan para dokter agar melayani pasien dengan empati dan komunikasi yang baik. “Pasien ingin diperhatikan dan diajak bicara. Sikap dingin dan acuh membuat masyarakat memilih berobat ke luar negeri,” katanya.
Irma juga menyoroti tingginya biaya layanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, pajak alat kesehatan dan obat-obatan impor yang tinggi mendorong kenaikan tarif rumah sakit. Karena itu, ia meminta pemerintah mereformasi kebijakan fiskal di sektor kesehatan.
“Pemerintah harus menekan harga alat kesehatan agar biaya perawatan menjadi lebih terjangkau,” ujar Irma.
Wakil Direktur Pelayanan Medis Murni Teguh Memorial Hospital Medan, Bangbang Buhari, menjelaskan bahwa manajemen rumah sakit menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia dengan beban kerja. Manajemen juga melakukan evaluasi setiap tahun.
“Kami menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan internal secara rutin untuk meningkatkan kompetensi SDM,” kata Bangbang.
Terkait pengembangan wisata medis, Bangbang meminta dukungan nyata dari pemerintah. Ia berharap pemerintah menghapus pajak barang mewah pada peralatan kesehatan agar rumah sakit mampu menawarkan layanan dengan biaya yang lebih kompetitif.
(vvr)









