Jakarta, iNBrita.com — Sepanjang Februari 2026, langit akan menampilkan beragam fenomena astronomi menarik. Fenomena tersebut meliputi bulan purnama, puncak hujan meteor, gerhana matahari cincin, hingga parade planet.
Menariknya, sebagian fenomena ini dapat disaksikan langsung dari Indonesia tanpa bantuan alat optik. Agar tidak terlewat, berikut rangkuman fenomena astronomi Februari 2026 berdasarkan laman In The Sky.
1. Bulan Purnama
Masyarakat dapat mengamati bulan purnama pada awal Februari 2026. Fase puncak bulan purnama diperkirakan terjadi pada 2 Februari, sehingga menjadi waktu terbaik untuk menikmati dan mengabadikan keindahan bulan di langit malam.
Bulan purnama terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan dalam satu garis lurus. Pada kondisi ini, seluruh permukaan Bulan menerima cahaya Matahari secara penuh, sehingga Bulan tampak bulat sempurna dan bersinar terang.
2. Puncak Hujan Meteor Alpha Centaurid
Hujan meteor Alpha Centaurid akan menghiasi langit sejak 31 Januari hingga 20 Februari 2026, dengan puncak aktivitas pada 8 Februari 2026.
Saat mencapai puncaknya, hujan meteor ini dapat menghasilkan sekitar enam meteor per jam. Meteor-meteor tersebut tampak berasal dari Konstelasi Centaurus.
Pengamat di belahan Bumi selatan, seperti Australia, Selandia Baru, dan sebagian Amerika Selatan, dapat menyaksikan fenomena ini dengan lebih jelas. Hujan meteor Alpha Centaurid terjadi ketika Bumi melintasi sisa puing-puing komet atau benda langit lain saat mengorbit Matahari.
3. Gerhana Matahari Cincin
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Fenomena ini muncul ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, namun tidak sepenuhnya menutupi Matahari.
Dalam peristiwa ini, Bulan akan menutup sekitar 92 persen permukaan Matahari. Fase cincin diperkirakan berlangsung selama dua menit 19 detik.
Fenomena ini terjadi karena Bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi, sehingga tampak lebih kecil di langit. Akibatnya, Matahari terlihat seperti cincin cahaya terang yang mengelilingi siluet gelap Bulan.
Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana matahari cincin ini. Pengamat hanya dapat melihatnya dari wilayah Antarktika atau kutub selatan. Sementara itu, gerhana matahari sebagian dapat terlihat di Chile, Argentina, dan Afrika Selatan.
4. Parade Enam Planet
Pada 28 Februari 2026, enam planet akan tampak berjejer di langit dan membentuk parade planet yang menarik. Fenomena ini menjadi penutup rangkaian peristiwa astronomi Februari 2026.
Enam planet tersebut meliputi Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus. Merkurius, Venus, dan Saturnus akan terlihat berdekatan di langit selatan, sementara Jupiter tampak bersinar terang di dekat Bulan.
Namun, tidak semua planet dapat diamati dengan mata telanjang. Uranus dan Neptunus memiliki cahaya yang sangat redup, sehingga pengamat perlu menggunakan teropong atau teleskop untuk melihatnya.
(Tim*)














