Home / Nasional

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:00 WIB

Ragam Tradisi Imlek di Indonesia yang Sarat Makna

Pertunjukan Barongsai tradisi saat Imlek (Foto:Canva/Ist)

Pertunjukan Barongsai tradisi saat Imlek (Foto:Canva/Ist)

Jakarta, iNBrita.com  – Masyarakat Tionghoa di Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek dengan beragam tradisi yang sarat makna dan simbol keberuntungan. Selain menandai pergantian tahun, perayaan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan keluarga, sekaligus menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman budaya Indonesia.

Sejak beberapa hari sebelum Imlek, nuansa perayaan mulai terasa di berbagai tempat. Tidak hanya di rumah dan klenteng, suasana Imlek juga tampak di ruang publik. Oleh karena itu, berbagai tradisi turun-temurun tetap dijalankan dengan penuh makna dan harapan. Berikut ragam tradisi Imlek yang masih dilakukan di Indonesia.

Membersihkan Rumah Menyambut Tahun Baru

Pertama, menjelang Imlek, keluarga Tionghoa membersihkan rumah secara menyeluruh. Tradisi ini bertujuan membuang kesialan dan menyambut keberuntungan baru. Namun demikian, mereka menghindari aktivitas bersih-bersih pada hari pertama Imlek karena percaya hal tersebut dapat menghilangkan rezeki yang baru datang.

Dekorasi Merah dan Emas Penuh Simbol

Selanjutnya, masyarakat menghias rumah dan ruang publik dengan warna merah dan emas. Warna merah melambangkan kebahagiaan dan perlindungan, sedangkan emas mencerminkan kemakmuran. Selain itu, tradisi ini berasal dari legenda monster Nian yang takut pada warna merah dan suara keras.

Baca juga :   Cara Alami Menjaga Kesehatan Mata

Pemasangan Dewa Pintu dan Ornamen Khas

Selain dekorasi warna, warga juga memasang gambar dewa pintu atau mén shén di pintu rumah. Hiasan ini dipercaya melindungi keluarga dari gangguan roh jahat. Di samping itu, lampion, kaligrafi Fu, dan pohon kumquat turut melengkapi dekorasi untuk menghadirkan suasana Imlek yang hangat.

Hidangan Imlek Sarat Makna Filosofis

Tidak hanya dekorasi, perayaan Imlek juga identik dengan hidangan khas. Keluarga menyajikan ikan sebagai simbol rezeki berlimpah, mie panjang umur sebagai doa umur panjang, pangsit sebagai lambang kemakmuran, serta kue keranjang sebagai simbol keharmonisan keluarga.

Tradisi Berbagi Angpao

Kemudian, orang tua dan pasangan yang telah menikah membagikan angpao dalam amplop merah berisi uang. Tradisi ini melambangkan berbagi rezeki dan doa kebaikan. Oleh sebab itu, anak-anak dan kerabat yang belum menikah menjadi penerima utama angpao.

Yu Sheng dan Harapan Keberuntungan

Selain angpao, keluarga juga menjalankan tradisi Yu Sheng. Mereka menyantap hidangan ini secara bersama-sama dengan mengangkat isinya setinggi mungkin menggunakan sumpit. Semakin tinggi angkatan tersebut, semakin besar pula harapan akan keberuntungan dan kesuksesan di tahun yang baru.

Baca juga :   Pakar UGM Tegaskan Deforestasi Penyebab Banjir Sumatra

Sembahyang Leluhur sebagai Wujud Penghormatan

Di sisi lain, masyarakat Tionghoa melaksanakan sembahyang kepada leluhur sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur. Mereka menyalakan dupa dan lilin, baik di rumah maupun di klenteng, sambil memanjatkan doa untuk keselamatan dan kelancaran hidup.

Membaca Peruntungan Shio

Selain ritual keagamaan, Imlek juga identik dengan pembacaan shio. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan gambaran perjalanan hidup selama satu tahun ke depan. Dalam penanggalan Tiongkok, Imlek 2026 menandai Tahun Kuda Api yang melambangkan energi, keberanian, dan semangat baru.

Kembang Api dan Petasan yang Meriah

Selanjutnya, masyarakat menyalakan kembang api dan petasan untuk memeriahkan suasana. Suara keras dipercaya mampu mengusir energi negatif. Dengan demikian, perayaan Imlek terasa semakin semarak dan penuh kegembiraan.

Pertunjukan Barongsai Penutup Perayaan

Terakhir, berbagai daerah menampilkan pertunjukan barongsai dan liong saat Imlek. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur masyarakat yang merayakan, tetapi juga menarik perhatian publik luas. Banyak orang percaya barongsai membawa keberuntungan dan rezeki bagi penonton.

(vvr)

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Jelang Keputusan MK, Alfin Apresiasi Dukungan Masyarakat
Uang pecahan seratus ribu rupiah yang diduga palsu tergeletak di atas meja.

Nasional

Warga Tangkap Nenek 70 Tahun Gunakan Uang Palsu

Nasional

Bu Guru Salsa Sekarang Mencoba Peruntungan Di Dunia Tarik Suara
Subhan, penggugat Wapres Gibran Rakabuming Raka, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Nasional

Mediasi Gugatan Pendidikan Gibran Gagal, Lanjut Persidangan
BMKG peringatkan hujan lebat dan angin kencang di Indonesia

Nasional

BMKG Waspadai Hujan Lebat Angin Kencang Desember
Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyampaikan kebijakan kerja fleksibel ASN akhir 2025

Nasional

Pemerintah Terapkan Kerja Fleksibel ASN Akhir 2025

Nasional

Kata-kata Ucapan Lebaran Idulfitri 2025 Menarik Untuk Digunakan
Flying Choco cokelat bulat kecil dengan rempah-rempah

Nasional

Flying Choco Viral, Banyak Orang Mengaku Tenang