Home / Kesehatan

Sabtu, 11 April 2026 - 21:00 WIB

Hipertensi Anak Muda Picu Risiko Jantung Ginjal

Pemeriksaan tekanan darah sejak usia muda penting untuk mencegah risiko penyakit jantung dan ginjal

Pemeriksaan tekanan darah sejak usia muda penting untuk mencegah risiko penyakit jantung dan ginjal

Jakarta, iNBrita.com — Sebagian anak muda masih merasa kuat dan yakin bisa terhindar dari berbagai penyakit. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa suatu kondisi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan ginjal pada usia muda.

Hipertensi Jadi Faktor Risiko Utama

Para ahli menegaskan bahwa orang dewasa muda di bawah usia 40 tahun yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) memiliki risiko lebih besar. Dokter spesialis kardiologi intervensi, Dr. Cheng-Han Chen, menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi menjadi faktor utama penyebab berbagai penyakit serius.

Ia menyatakan bahwa tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko besar untuk penyakit jantung dan ginjal. Ia juga menambahkan bahwa tekanan darah tinggi yang berlangsung lama sejak usia muda dapat memicu penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal lebih awal saat memasuki usia paruh baya.

Baca juga :   Begadang, Gula Darah, dan Dampak Kesehatan Tubuh

Data Global Perkuat Temuan

Data dari American Heart Association menunjukkan bahwa hampir setengah orang dewasa di Amerika Serikat mengalami hipertensi. Kondisi ini menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian dini di seluruh dunia.

Hipertensi pada Anak Muda Sering Diabaikan

Ahli kardiologi Karishma Patwa menilai bahwa banyak orang sering mengabaikan hipertensi pada usia muda. Ia mengatakan bahwa orang cenderung hanya memantau tanpa melakukan tindakan. Menurutnya, temuan baru ini menegaskan bahwa skrining dan penanganan harus dimulai lebih awal, tidak menunggu usia paruh baya.

Metode Penelitian

Penelitian ini melibatkan 291.887 orang dewasa dari data Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Korea. Para peneliti memilih peserta yang berusia 30 tahun di awal studi dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau ginjal. Mereka kemudian memantau peserta hingga usia 40 tahun.

Baca juga :   Membanggakan, Kaemil Peringkat ke-6 MTQ Tingkat Internasional di Qatar

Risiko Meningkat Seiring Waktu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengalami tekanan darah tinggi secara konsisten antara usia 30 hingga 40 tahun memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung dan ginjal setelah usia 40 tahun.

Peneliti juga menemukan bahwa kenaikan tekanan darah sistolik sekitar 10 mmHg selama 10 tahun meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 27 persen dan penyakit ginjal sebesar 22 persen. Selain itu, kenaikan tekanan darah diastolik sekitar 5 mmHg dalam periode yang sama meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 20 persen dan penyakit ginjal sebesar 16 persen.

(VVR*)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Irisan lemon segar tersaji di atas piring putih

Kesehatan

5 Kebiasaan Pagi Kendalikan Asam Urat Alami
Ilustrasi remaja sakit akibat mengikuti tren kesehatan berbahaya dengan meminum darah sendiri.

Kesehatan

Remaja Minum Darah Demi Hemoglobin, Kondisi Justru Kritis
Petugas BPJS Kesehatan menjelaskan pendaftaran bayi baru lahir.

Kesehatan

Bayi Baru Lahir Belum Otomatis Jadi Peserta JKN
Ilustrasi makanan sahur sehat dengan nasi, lauk berprotein, sayur, dan buah di atas meja makan.

Kesehatan

Jenis Makanan dan Minuman Hindari Saat Sahur
Psikolog klinis menjelaskan perbedaan antara kemampuan berbicara dan tingkat kecerdasan seseorang.

Kesehatan

Kata dan Perilaku Tak Tunjukkan Tinggi IQ
Ilustrasi wanita memegang perut akibat nyeri asam lambung GERD

Kesehatan

GERD Tidak Sebabkan Kematian Mendadak, Ini Penjelasan Dokter
Minuman matcha teh alamidisajikan dalam gelas, siap dinikmati.

Kesehatan

Teh Alami Bantu Jaga Mood dan Kurangi Stres
dokter memeriksa pasien muda yang mengalami gejala stroke di ruang pemeriksaan rumah sakit

Kesehatan

Stroke Tak Hanya Menyerang Lansia, Anak Muda Waspada