Harga Emas Turun Tertekan Dolar AS dan Inflasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas global yang tertekan penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak

Pergerakan harga emas global yang tertekan penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak

Jakarta, iNBrita.com Pasar menekan harga emas pada Senin karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat dan kekhawatiran inflasi kembali meningkat. Kondisi ini juga menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga setelah gagalnya perundingan damai AS–Iran.

Refinitiv mencatat pasar menurunkan harga emas sebesar 0,17% pada perdagangan Senin (13/4/2026) hingga ditutup di US$ 4.739,18 per troy ons. Tekanan ini memperpanjang pelemahan karena emas juga sudah turun 0,5% dalam dua hari terakhir.

Emas Kembali Menguat Tipis pada Perdagangan Selasa

Pada Selasa (14/4/2026) pukul 06.24 WIB, pasar mendorong harga emas naik 0,39% ke level US$ 4.757,52 per troy ons.

Penguatan dolar AS membuat investor global membayar lebih mahal saat membeli emas yang dipatok dalam dolar.

Ketidakpastian Geopolitik Picu Volatilitas Harga Emas

Harga emas bergerak sangat volatil sepanjang pekan ini. Emas sempat melonjak pada awal pekan lalu, tetapi kemudian jatuh pada akhir pekan dan awal pekan ini.

Ketidakpastian terkait konflik geopolitik terus memicu fluktuasi harga di pasar logam mulia.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Diprediksi Fluktuatif Awal April 2026

Pasar Fokus pada Minyak Mentah dan Inflasi

Analis Blue Line Futures, Phillip Streible, menyebut pasar emas kini sangat dipengaruhi oleh berita utama. Ia menilai pelaku pasar lebih fokus pada harga minyak mentah karena berpengaruh terhadap inflasi dan kebijakan Federal Reserve.

Ketegangan AS–Iran Dorong Lonjakan Harga Minyak

Setelah perundingan gagal, militer AS menyatakan akan memblokade kapal yang keluar dari pelabuhan Iran. Sebagai respons, Iran mengancam akan menyerang pelabuhan negara-negara Teluk.

Kondisi ini mendorong harga minyak WTI naik 2,6% menjadi US$ 99,08 per barel, sementara Brent melonjak 4,37% ke US$ 99,36 per barel.

Ekspektasi Suku Bunga Turun Ikut Melemah

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan menurunkan peluang bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Data CME FedWatch Tool menunjukkan pasar kini hanya memperkirakan peluang 29% pemangkasan suku bunga AS hingga akhir tahun, turun dari 40% sebelumnya.

Baca Juga :  DJP Dorong Wajib Pajak Aktivasi Coretax Sekarang

Suku bunga tinggi menekan daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Harga Emas Turun Lebih dari 10% Sejak Konflik

Sejak konflik AS–Israel–Iran dimulai pada 28 Februari, harga emas spot telah turun lebih dari 10%.

Analis SP Angel menilai aksi jual emas ini masih sehat untuk jangka panjang karena mengurangi posisi spekulatif yang berlebihan di pasar.

Harga Perak Bergerak Fluktuatif

Refinitiv mencatat harga perak turun 0,39% pada Senin (13/4/2026) ke US$ 75,58 per troy ons, setelah sebelumnya naik 1,07% pada akhir pekan lalu.

Namun pada Selasa (14/4/2026), harga perak kembali naik tipis 0,15% menjadi US$ 75,69 per troy ons.

Batangan perak mengilap tersusun rapi sebagai ilustrasi harga logam mulia
Ilustrasi batangan perak yang mencerminkan pergerakan harga logam mulia di pasar global

Prospek Perak Didukung Transisi Energi

Strategist Sprott Asset Management, Paul Wong, menilai ketidakpastian pasokan minyak dapat meningkatkan permintaan jangka panjang terhadap perak.

Ia menyebut percepatan investasi energi terbarukan, terutama panel surya fotovoltaik, berpotensi memperkuat permintaan struktural perak di masa depan.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Ungkap Ancaman Phishing terhadap Rekening Nasabah Bank
Tarif Listrik PLN Stabil Hingga Triwulan Kedua 2026
Daftar Harga BBM Resmi 1 Juni 2026 Terbaru
Danantara Siapkan Pengumuman Petinggi Baru DSI Pekan Ini
Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Hibah Cepat Resmi
Syarat Perpanjangan SIM Habis Masa Berlaku 2026
Mantan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Wafat di RSPAD
Libur Nasional Juni 2026 Simak Daftar Tanggal Merah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:00 WIB

OJK Ungkap Ancaman Phishing terhadap Rekening Nasabah Bank

Senin, 1 Juni 2026 - 15:00 WIB

Tarif Listrik PLN Stabil Hingga Triwulan Kedua 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 09:00 WIB

Danantara Siapkan Pengumuman Petinggi Baru DSI Pekan Ini

Senin, 1 Juni 2026 - 02:00 WIB

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Hibah Cepat Resmi

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

Syarat Perpanjangan SIM Habis Masa Berlaku 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi Emas. (Pexels.com/Michael Steinberg)

Ekonomi

Harga Emas Antam Tak Bergerak, Peluang Investasi Menguat

Senin, 1 Jun 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi phishing. ( Foto Pexels)

Nasional

OJK Ungkap Ancaman Phishing terhadap Rekening Nasabah Bank

Senin, 1 Jun 2026 - 16:00 WIB

   Seorang teknisi listrik memeriksa dan melakukan pengecekan pada meteran listrik untuk memastikan instalasi berjalan dengan aman.                                           
(Foto : Dok. PT PLN)

Nasional

Tarif Listrik PLN Stabil Hingga Triwulan Kedua 2026

Senin, 1 Jun 2026 - 15:00 WIB

Foto: United airlines (Travelpulse)

Internasional

United Airlines Kembali ke Newark Karena Ancaman Keamanan

Senin, 1 Jun 2026 - 14:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (1/6/2026).

SUNGAI PENUH

WaliKota Alfin Tegaskan Pancasila Fondasi Kemajuan Daerah

Senin, 1 Jun 2026 - 13:00 WIB