Makanan Manis dan Dampaknya pada Mood Otak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makanan dan minuman manis ( Foto Freepik)

Makanan dan minuman manis ( Foto Freepik)

 Jakarta, iNBrita.com  — Banyak orang langsung mencari makanan atau minuman manis ketika mereka merasa lelah, stres, atau sedih. Mereka memilih cokelat, kue, kopi susu, hingga minuman boba sebagai “pelarian” untuk memperbaiki suasana hati. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, tubuh mereka biasanya merasa lebih tenang dan mood meningkat, meski hanya sementara.

Kebiasaan ini sering orang anggap sebagai comfort food biasa. Namun, di balik sensasi menyenangkan itu, tubuh menjalankan rangkaian proses biologis yang melibatkan kerja otak dan sistem pencernaan.

Sistem penghargaan otak ikut aktif

Rasa manis memicu sistem reward di otak, yaitu jaringan yang mengatur rasa senang, motivasi, dan dorongan untuk mengulang suatu perilaku. Saat seseorang mengonsumsi makanan manis, sistem ini langsung bereaksi dan menghasilkan sensasi puas.

Respons ini menjelaskan mengapa orang merasa makanan manis sangat “menghibur” dan sulit mereka tolak, terutama ketika mereka berada dalam kondisi emosional tertentu.

Peran dopamin dalam rasa bahagia

Dopamin menjadi kunci utama dalam efek ini. Zat kimia di otak ini menciptakan rasa senang. Ketika gula masuk ke dalam tubuh, otak melepaskan dopamin dan memicu sensasi positif.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism (2024) oleh Molly McDougle dan tim menunjukkan bahwa gula tidak hanya memengaruhi otak melalui lidah. Usus juga ikut memproses sinyal tersebut.

Artinya, tubuh tidak hanya merasakan manis di mulut, tetapi juga mendeteksi gula sebagai sumber energi melalui sistem pencernaan. Usus kemudian mengirim sinyal ke otak untuk memperkuat rasa senang dan mendorong seseorang mengonsumsi kembali gula.

Mengapa Makanan Manis  terasa “nagih”?

Saat seseorang menikmati makanan manis, otak mengaktifkan pola aktivitas yang berkaitan dengan rasa puas dan kesenangan. Otak menyimpan pengalaman ini sebagai sesuatu yang ingin diulang.

Hal ini menjelaskan mengapa orang sering merasa makanan manis “nagih”. Otak menghubungkan rasa manis dengan pengalaman positif sehingga tubuh mendorong keinginan untuk mencarinya kembali ketika membutuhkan kenyamanan emosional.

Efek sementara dan risiko konsumsimakanan manis, minuman manis

Meskipun makanan manis dapat memperbaiki mood dalam waktu singkat, efek tersebut tidak bertahan lama. Setelah kadar gula dan dopamin kembali normal, suasana hati sering kembali seperti semula.

Jika seseorang mengonsumsi gula terlalu sering, sistem reward di otak menjadi kurang sensitif. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak gula untuk merasakan efek bahagia yang sama seperti sebelumnya.

Kondisi ini dapat mendorong pola makan berlebihan. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut meningkatkan risiko kenaikan berat badan, gangguan metabolisme, hingga penyakit seperti diabetes.

Pentingnya keseimbangan

Makanan manis tetap dapat memberikan manfaat jika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah wajar. Makanan ini dapat menjadi sumber energi dan membantu memperbaiki suasana hati.

Namun, seseorang perlu mengendalikan konsumsinya. Dengan memahami bagaimana tubuh merespons gula, orang dapat membuat pilihan yang lebih bijak saat menghadapi emosi yang tidak stabil, sehingga mereka tetap menikmati makanan manis tanpa membahayakan kesehatan

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asam Urat Tinggi? Coba Konsumsi Buah Ini
Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:00 WIB

Asam Urat Tinggi? Coba Konsumsi Buah Ini

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Berita Terbaru

Program BeZakat 2026 Kemenag memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa baru.(Foto: Instagram/Literasi Zakat Wakaf)

Pendidikan

Beasiswa BeZakat 2026 Diperpanjang, Cek Syaratnya Sekarang

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:00 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (15/9/2026).(Foto : www.liputan6.com)

Ekonomi

Pemerintah Temukan 25 Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar

Selasa, 15 Sep 2026 - 22:00 WIB

Yamaha Grand Filano menjadi bagian dari kolaborasi lifestyle bersama Roadgrills.Ina dan Se.tujuan Coffee & Eatery.(Foto : Ist/liputan6.com)

Teknologi

Yamaha Grand Filano Terbaru, Harga dan Spesifikasi Lengkap

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi becak listrik untuk pengemudi lansia.

Uncategorized

Prabowo Gagas Becak Listrik untuk Lansia, 7.000 Unit Disalurkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:00 WIB

Tim gabungan bersama warga memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar dua hektare di Desa Sungai Langkap, Kerinci, Selasa (15/9/2026).

KERINCI

Polsek Gunung Kerinci dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:00 WIB