Penemuan Fosil tak terduga di batu pasir Kincumber, Australia
Jakarta, iNBrita.com — Seorang pensiunan peternak ayam bernama Mihail Mihailidis awalnya hanya ingin membangun sebuah dinding sederhana. Ia membeli balok batu pasir dari tambang di Kincumber, Australia, lalu mulai mempersiapkannya. Namun saat ia membalikkan batu itu, ia langsung mengubah rencananya.
Di permukaan batu itu, ia melihat dengan jelas jejak makhluk purba yang terawetkan sangat detail. Bentuk tubuh, tulang belakang, hingga anggota geraknya tampak sangat utuh, seolah-olah hewan itu mati dan membeku di dalam batu pada saat itu juga.
Beberapa dekade kemudian, keluarga Mihailidis menyerahkan batu tersebut ke Australian Museum. Pada tahun 2023, para ilmuwan meneliti dan mendeskripsikan fosil itu secara resmi. Mereka menamai makhluk tersebut Arenaerpeton supinatus, sebuah amfibi purba yang termasuk kelompok temnospondyl dan hidup sekitar 240 juta tahun lalu pada periode Trias.
Ciri-ciri predator air purba
Para peneliti membandingkan hewan ini dengan salamander modern berukuran besar, terutama dari bentuk kepalanya. Namun mereka juga menemukan bahwa hewan ini memiliki tubuh yang jauh lebih kekar, dengan tulang rusuk yang tebal serta gigi yang tajam, termasuk taring di bagian langit-langit mulutnya.
Fosil ini menarik perhatian karena kondisi pengawetannya yang luar biasa. Batu pasir itu menyimpan hampir seluruh tubuh hewan tersebut lengkap dengan jejak jaringan lunak. Kondisi ini jarang terjadi karena batu pasir biasanya terbentuk di lingkungan yang kaya oksigen dan mempercepat pembusukan.
yang mendukung fosilisasiPara ilmuwan menduga hewan itu mati di perairan yang tenang dengan kadar oksigen rendah. Kondisi itu membuat pemakan bangkai tidak mengganggu tubuhnya, sehingga proses pembusukan berjalan sangat lambat. Sedimen kemudian menutupi tubuhnya secara perlahan sebelum tubuhnya rusak.
Habitat di zaman Gondwana
Pada masa hidupnya, wilayah tersebut merupakan bagian dari superbenua Gondwana yang terletak dekat Kutub Selatan. Hewan ini hidup di sungai air tawar di wilayah Cekungan Sydney dan kemungkinan besar memangsa ikan.
Perkiraan ukuran dan posisi dalam evolusi
Walaupun tidak menemukan bagian ekornya, para peneliti memperkirakan panjang tubuh hewan ini mencapai sekitar 1,2 meter. Ukuran ini menjadikannya salah satu temnospondyl terbesar yang pernah ditemukan di Australia pada periode tersebut.









